Minggu, 25 Februari 2018 06:43 WIB
Citra indah

Hukum

Gelapkan Emas, Pegawai Bank BUMN Siap Dieksekusi

Redaktur:

Jaksa Agung M. Prasetyo. Foto: Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Jaksa Agung M. Prasetyo menyatakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan sedang mempersiapkan eksekusi terhadap tiga terdakwa pegawai bank BUMN yang divonis bersalah menggelapkan 59 kilogram emas milik nasabah Ratna Dewi. "Sedang dipersiapkan (eksekusi, Red)," katanya pada wartawan di Jakarta, Selasa (9/1).

Selain itu, Prasetyo memastikan langsung kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Noor Rochmad terkait eksekusi terhadap tiga pegawai Bank BUMN yang telah memiliki kekuatan hukum tetap itu.

Prasetyo menegaskan bahwa jaksa harus mengeksekusi terhadap terdakwa yang telah memenuhi seluruh syarat hukum.  Jaksa Agung menyebutkan jaksa eksekutor akan berkoordinasi dengan lembaga lain seperti Polri jika menemukan kendala saat mengeksekusi.

 Ketiga terpidana dari Bank BUMN itu antara lain mantan Kepala Administrasi Kredit Bank BUMN Jakarta II Rotua Anastasia, mantan Junior Account Officer I Bank Wilayah Jakarta II Agus Mardianto, dan mantan Wakil Pimpinan Bank Jakarta II Rahman Arif.

Kuasa Hukum Ratna Dewi, Petrus Bala Pattyona mengungkapkan, Kejari Jaksel telah menerima pemberitahuan isi putusan Kasasi dari Mahkamah Agung (MA) untuk tiga pegawai bank tersebut.           

Petrus mempertanyakan sikap Kejari Jaksel yang belum mengeksekusi tiga terpidana tersebut karena alasan memberikan kesempatan kepada pihak terpidana mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Padahal pengajuan PK tidak dapat menghalangi kejaksaan untuk mengeksekusi terpidana lantaran telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. "Hebatnya Kejari Jaksel, walaupun ketiga terdakwa hadir, tapi tidak dieksekusi. Padahal PK yang diajukan syaratnya terdakwa harus dieksekusi," tegas Petrus. 

Sebelumnya, Humas Pengadilan Negeri Jaksel Made Sutrisna mengaku telah menyerahkan salinan putusan Kasasi MA kepada Kejari Jaksel yang menghukum tiga pegawai bank BUMN tersebut. "Sudah turun (salinan putusan Kasasi, Red) pada Oktober 2017," ujarnya pada wartawan.

 Made juga menyatakan tiga terpidana dari pegawai bank itu sudah mengajukan PK setelah menerima salinan putusan Kasasi MA terkait kejahatan perbankan pemalsuan 59 kg emas milik nasabah Ratna Dewi. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Isi Putusan MA tertanggal 3 Oktober 2017, ketiga terpidana dihukum selama tiga tahun dan denda Rp 5 miliar.  

Sementara, Kepala Kejari Jaksek Raimel Jesaja menuturkan, eksekusi terhadap tiga pegawai bank itu menunggu waktu karena belum menerima salinan putusan Kasasi MA.  Selain itu, kejaksaan masih menghormati terpidana yang mengajukan upaya PK ke MA. "Jadi tunggu saja, pasti dieksekusi karena kami belum menerima salinan putusannya," ujarnya. (ibl/ydh)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #Hukum 

Berita Terkait

Taylor Swift Lolos dari Sergapan Hukum

Indotainment

Uang dari Nazaruddin ke Jafar Disoal Jaksa

Hukum

IKLAN