Selasa, 20 November 2018 03:13 WIB
pmk

Wanita

Industri Kecantikan Naik Daun

Redaktur: Ali Rahman

Deputi CEO MarkPlus.Inc Jacky Mussry (kanan) bersama President Director Miracle Group dr Lanny Juniarti (kedua dari kanan) pada acara Aesthetic Outlook 2018 di Kembang Goela, Plaza Senter, Jakarta, Kamis (11/1).

INDOPOS.CO.ID - Industri estetika kini berkembang semakin pesat di Indonesia. Pangsa pasar terbuka luas karena wanita ingin lebih tampil maksimal dengan mendatangi klinik kecantikan.

Dalam acara Miracle Aeshetic Clinic dengan MarkPlus.Inc bertajuk Aesthetic Outlook 2018 yang membahas tentang bagaimana perkembangan industri estetika di Indonesia dan tren apa yang terjadi di tahun 2018 di Kembang Goela, Plaza Sentral, Jakarta, Kamis (11/1).

Deputy CEO MarkPlus.Inc Jacky Mussry mengatatakan, Industri esetika kini berkembang semakin pesat di Indonesia. Perkembangan industri estetika setiap tahun selalu berubah dengan tren yang baru. Hal ini terjadi karena pengaruh dari kehidupan masyarakat yang akhirnya mempengaruhi keinginan dan tuntutan dan akhirnya menjadi sebuah tren.

Pada tahun 2017, pendapatan masyarakat Indonesia secara umum mengalami peningkatan. Sayangnya, momen ini tidak diikuti oleh pertumbuhan pengeluaran masyarakat yang berimbas turunnya industri ritel saat ini.

Jika melihat konsumen lebih jauh, sebenamya terdapat perubahan konsumen. Konsumen saat ini lebih mementingkan produk yang dapat menunjang lifestyle mereka. Inilah salah satu hal yang menyebabkan kenaikan industri kecantikan ditengah melemahnya industri ritel.

"Konsumen Industri kecantikan saat ini  sedang naik daun dan mulai diminati oleh konsumen yang mencari pengakuan sosial dan pribadi. Maka dai itu industri kecantikan hendaknya mengubah pemikiran mereka dari beauty menjadi beYOUty," kata Jacky.

Menurut Jacky sapaan akrabnya, penekanan pendekatan di industri kecantikan adalah pada sisi sudut pandang dan harapan konsumen, tidak hanya dari segi hasil dan produk, namun sebuah brand perlu meningkatkan trust serta engagement terhadap konsumen.

Selanjutnya pada tahun 2018, pemain di industri kecantikan  haruslah melakukan bebarapa hal dengan meningkatkan attraction dan curiosity di masyarakat dengan dua pendekatan yakni human spirit dengan digitalization. "Humas spirit ini untuk fokus kepada manusia. Sedangkan di jaman tanpa batas, digitalization juga penting untuk bisa memenangkan pasar," jelasnya.

President Director of Miracle Group dr Lanny Juniarti mengatakan, berbicara industri kecantikan setiap tahun terus mengalami peningkatan. Bahkan di tahun 2018 ini semakin banyak orang yang mendatangi klinik kecantikan untuk bisa tampil maksimal. "Tren sekarang ini tidak hanya perempuan saja yang ingin tampil sempurna. Tapi laki-laki juga ingin tampil maksimal. Tentu perawatan yang dilakukan laki-laki berbeda dengan perempuan," kata dr Lanny Juniari.

Bukan sekedar V-shape yang di inginkan oleh masyarakat, tetapi lebih dari itu dengan tampil maksimal secara keseluruhan. Sehingga ada tren si 2018 dengan melakukan reshape, relift dan countoring. "Reshape dengan membentuk kembali bentuk wajah menjadi ideal, relift untuk mengencangkan kulit bagian bawah yang kendur dan countoring untuk mengembalikan wajah pada bentuk ideal dari tiga dimensi," jelasnya.

Sehingga cantiknya tidak hanya editan saja. Karena masyarakat ingin tampil maksimal di media sosial dengan mengedit dan mempercantik menggunakan aplikasi. Namun bedanya dengan melakulan perawatan dengan mendatangi klinik kecantikan, cantiknya tidak editan tapi benar-benar nyata. (ndu)


TOPIK BERITA TERKAIT: #lifestyle #industri-estetika 

Berita Terkait

IKLAN