Minggu, 25 Februari 2018 06:53 WIB
Citra indah

Jakarta Raya

Merampas Senjata Api Milik Polisi, Bandar Sabu Nepal Ditembak Mati

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Bandar narkoba bernama Sharan Kumar Tarang alias Kumar, 34, ditembak mati polisi di depan apartemen ITC Cempaka Mas Jalan Letjen Suprapto Kemayoran Jakarta Pusat. Sharan Kumar yang warga negara Nepal ini terpaksa ditembak mati polisi lantaran melawan sambil berupaya merampas senjata api petugas.    

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu menjelaskan, penembakan terhadap bandar narkoba ini terjadi pada Jumat dini hari (11/1) sekitar pukul 02.00. Sebelumnya Kumar ditangkap di depam Hotel Alphine di Jalan Gunung Sahari Raya No.33 Jakarta Pusat.  Dalam penangkapan itu polisi menyita 3,4 Kg sabu senilai Rp 7 miliar. Turut disita timbangan digital dan tanda bukti pembayaran kamar hotel.

Menurut Roma, bandar narkoba asal Nepal ini memang sudah diincar sejak lama oleh pihaknya. Namun baru ketahuan lagi batang hidungnya pada hari Sabtu (6/1) setelah Kumar terbang dari Bangkok menuju Jakarta. ”Dia (Kumar) ini pemasok sabu lintas negara,” ujar Roma di Mapolres Jakarta Pusat, Jumat (12/1).

Kasatserse Narkoba Polres Jakarta Pusat AKBP Hendri Sitepu menambahkan, begitu tiba di Jakarta, pihaknya sempat memancing Kumar dengan cara undercover buy anak buahnya yang berpura-pura hendak membeli sabu milik Kumar. ”Kami pancing dengan mentransfer uang Rp 6 juta,” lontar Sitepu.

Namun meski uang sudah ditransfer, namun sabu dari Kumar tak kunjung diberikan. Polisi hanya bisa pasrah dan menganggap hilang alias lenyap uang Rp 6 juta itu. Namun belakangan polisi mendapat informasi kalau Kumar menginap di hotel di Jalan Gunung Sahari  Jakarta Pusat.  Mendapat informasi berharga, satuan reserse antinarkoba Polres Jakarta Pusat langsung meluncur ke hotel yang dimaksud pada Kamis petang (11/1) untuk melakukan pengintaian.

Begitu tiba di hotel, polisi tidak langsung menuju kamar 204 milik Kumar. Namun polisi hanya berjaga di sekitar hotel sekiranya Kumar keluar hotel sore itu. Benar saja, tak lama Kumar keluar sambil berjalan kaki, sontak polisi mengepungnya.

Kumar hanya bisa pasrah ketika beberapa petugas menodongkan senjata api kearahnya serta memborgolnya. Dari saku celana Kumar polisi menemukan 58 gram sabu senilai Rp 120 juta. Selanjutnya polisi menggeledah kamar hotel Kumar, dari dalam kamar hotel polisi kembali menemukan 3,4 Kg sabu senilai Rp 7 miliar.

Dari keterangan Kumar, polisi kembali lakukan pengembangan untuk menemui pemasok sabu di kawasan pertokoan Harco Mangga Dua Jakarta Pusat, namun yang dicari tak berhasil didapatkan. ”Selanjutnya tersangka Kuma) mengaku pernah bertemu dengan pemasok sabu tersebut di depan Apartemen ITC Cempaka Mas,” lanjut Roma.

Saat itu juga polisi langsung menggelandang ke ITC Cempaka Mas untuk menunjukkan kamar apartemen pemasok sabu tersebut. Kumar tiba di apartemen ITC Cempaka Mas di bawah pengawalan enam reserse polisi. Namun ketika baru saja turun dari mobil dan baru beberapa meter melangkah, Kumar yang bertubuh tinggi besar dan kekar dan dalam kondisi kedua tangan diborgol mendadak berontak sambil berusaha merampas senajata api polisi dari balik pinggang Brigadir Freddy Marpaung.

Spontan Brigadir Rudin Napitupulu yang turut bertugas langsung mengambil tindakan tegas dengan menembak Kumar. Peluru tepat mengenai dadanya. Kumartewas seketika di lokasi. Selanjutnya polisi mengevakuasi jasad Kumar ke kamar mayat RS Polri Kramat Jati. (ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #Narkoba 

Berita Terkait

IKLAN