Jumat, 20 Juli 2018 05:50 WIB
BJB JULI V 2

Liga Indonesia

Organizing Commitee Piala Presiden Tunggu Persipura di Manager Meeting

Redaktur:

Yoo Jae-hoon

INDOPOS.CO.ID - Polemik yang dialami Persipura Jayapura menjelang Piala Presiden 2018 bergulir tak kunjung menemukan titik temu. Lebih-lebih untuk Liga 1 2018, untuk menghadapi Piala Presiden saja, Persipura sudah dirundung masalah, baik teknis maupun non teknis. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu diketahui terkendala pendanaan.

Dana Rp.8,5 miliar dari Bank Papua dinilai belum cukup untuk pembiayaan semusim ke depan. Di sisi lain, mereka harus kehilangan banyak pemain bintang pada awal musim ini. Terakhir nama Yoo Jae-hoon, palang pintu mereka dari Korea Selatan dipastikan hengkang ke Mitra Kukar. Situasi itu tentu tidak mengenakkan bagi Persipura.

Tetapi, Organizing Commitee Piala Presiden 2018 masih menunggu kesediaan Persipura pada manager meeting yang berlangsung hari ini. "Lihat saja besok, seperti yang saya sampaikan sebelumnya, belum ada surat pengunduran diri resmi dari Persipura," kata Tigorshalom Boboy kepada Jawa Pos (Grup Indopos) kemarin (11/1).

Sebagai salah satu klub besar di Indonesia, kehilangan Persipura di Piala Presiden tentu disayangkan. Sebab, dengan mengandalkan banyak potensi lokal Papua, mereka masih menjadi salah satu tim yang disegani. Bahkan, setelah kehilangan pemain reguler mereka musim lalu.

Manajemen Mutiara Hitam sebelumnya menuntut penyelesaian sisa subsidi Liga 1 musim lalu. Akhir 2017 lalu, PT. LIB (Liga Indonesia Baru) dan PSSI sudah mencicil subsidi satu bulan dengan besaran Rp.625 juta. Selanjutnya, masih ada dua termin pelunasan dengan masing-masing besaran Rp.625 juta dan Rp.1,5 miliar.

Dalam hal ini, Persipura meminta PT. LIB untuk bisa mencairkan itu. Tigor menjelaskan, sesuai mekanisme sebelumnya, pertengahan Januari pihaknya akan mencairkan termin kedua. "Sebenarnya kalau Persipura menagih subsidi itu, yang lain juga," ujarnya.

Terpisah, manajemen Persipura belum memastikan bakal mengirim perwakilan dalam manajer meeting yang berlangsung di Jakarta hari ini. "Kalaupun kami datang tentu butuh pertimbangan besar," kata  Sekretaris tim Persipura Rocky Bebena.

Sementara itu, dari 18 klub peserta yang beredar di Liga 1 2017, Tigor membenarkan masih menangguhkan subsidi Persegres Gresik. "Alasannya, mereka tidak komitmen menyelesaikan tanggungan gaji kepada pemain," terangnya. Sedangkan manajemen Persegres berharap turunnya subsidi itu digunakan untuk melunasi gaji para pemainnya.

Lebih lanjut, bila Persegres tidak menyelesaikan masalah tersebut, PT.LIB bisa melakukan take over untuk membayarkan gaji pemain via subsidi klub yang masih ada di mereka. "Itu tidak menutup kemungkinan, itu juga bergantung pada manajemen Persegres," sebutnya.

Terpisah, Semen Padang, salah satu klub yang terdegradasi dari Liga 1 musim ini mengaku tidak mengalami masalah pencairan subsidi. "Memang benar masih ada tunggakan, yang termin pertama sudah cair kok, infonya dua termin selanjutnya sebelum Liga bergulir lagi," beber Rinold Thamrin, Direktur Umum Semen Padang. (nap/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-indonesia 

Berita Terkait

IKLAN