Sabtu, 23 Juni 2018 03:21 WIB
bjb idul fitri

Headline

Chelsea vs Leicester City, The Godfather Pilih Fokus

Redaktur:

Antonio Conte

INDOPOS.CO.ID – The Blues Chelsea kini kembang kempis. Sejak 2018, Chelsea belum memenangkan satu pun laga. Dari tiga kali main, semuanya imbang. Realitas ini menjadi  preseden terburuk sepanjang klub itu diambilalih taipan pirang Rusia Roman Abramovich pada musim panas 2003. Akankah fenomena tak biasa ini akan berpengaruh pada posisi Antonio Conte di kursi panas pelatih The Blues?

Kursi itu pelatih Chelsea bergoncang keras beberapa hari terakhir. Media-media Inggris sudah banyak memberitakan Antonio Conte bakal hengkang dari Cobham pada akhir musim. Oleh karena itu, laga menjamu Leicester City di Stamford Bridge, London malam ini WIB menguji fokus The Godfather. (siaran langsung beIN Sport 1 pukul 22.00 WIB).

BACA JUGA : Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan

Bukan hanya terburuk di era Roman Emperor, tiga laga awal tahun tanpa kemenangan pun jadi catatan terburuk klub London Barat tersebut sejak awal 1995.  ''Semuanya masih bisa terjadi. Saya masih punya sisa kontrak semusim lagi di klub ini. Di sepak bola apa pun bisa terjadi,'' tutur Conte dalam konferensi persnya di London, Jumat (12/1) tadi malam.

Rumor hengkangnya Conte ini bukan baru kali ini berembus.  Kabar itu sempat menyeruak kali pertama setelah Chelsea menelan dua kali kekalahan beruntun Premier League Oktober tahun lalu dari Manchester City (30/9) dan Crystal Palace (14/10). Yang jadi soal. Suara-suara tak pus bergema semakin kencang.

'Saya bahkan hafal dengan pertanyaan yang sering Anda ajukan berkali-kali dari awal musim,'' keluhnya. Meski begitu Conte sudah paham konsekuensinya sejak ia ditawari melatih Chelsea. ''Sejak kekalahan pertama dari Burnley banyak yang ingin saya dipecat. Tekanan yang tak biasa terjadi di klub lain. Butuh pengalaman besar. Percayalah pada pekerjaanmu seperti yang saya lakukan dalam dua musim bekerja di sini,'' tutur pelatih dengan 77 persentase menang itu.

London Evening Standard mengklaim, kebijakan transfer jadi salah satu penyebab memburuknya relasi  Conte-Abramovich. Levih-lebih karena sikap keras kepada Conte yang sering membangkucadangkan David Luiz. Padahal, Luiz adalah pemain kesayangan The Big Boss. Kini, Chelsea disebut-sebut tengah mencari figur suksesornya mulai dari Carlo Ancelotti, Luis Enrique, Massimiliano Allegri (Juventus), hingga Diego Simeone (Atletico Madrid).

Setelah pergi dari London, empat tujuan menantinya.  Ia bisa ke Paris Saint-Germain (PSG) dan menjadi pengganti Unai Emery . Ia bisa saja ke Real Madrid untuk mengambil alih tanggung jawab Zinedine Zidane.  Juga bisa pula ke AC Milan, atau bisa-bisa kembali menduduki posisi lamanya sebagai allenatore timnas Italia seperti diklaim Sky Italia. ''Apa pun bisa terjadi,'' katanya lagi.

 

Masa kerja Conte sebagai jawara bertahan Premier League tersebut baru berakhir pada musim panas 2019. Namun jika benar-benar pergi, Conte mengikuti jejak pelatih Chelsea lain yang pernah memberi trofi juara Premier League. Dari lima gelar Premier League yang didapat, para pelatih Chelsea selalu angkat kopor cepat-cepat dari London sebelum kontrak  berakhir.

Ingat Jose Mourinho (2004-2005, 2005-2006, dan 2014-2015), ataupun Ancelotti (2009-2010)? Dan, Conte sebagai peraih gelar juara Premier League kelima Chelsea. Musim ini, kans Gary Cahill dkk mempertahankan trofi juara Premier League-nya sudah semakin tipis. Pada pekan ke-22, misalnya, mereka sudah berselisih 16 poin dari Manchester City di puncak.

Gap poin yang bisa saja makin menjauh andai malam nanti WIB mereka lagi-lagi meraih hasil tanpa menang, keempat beruntun di awal musim. Tidak hanya Conte yang mesti fokus. Realitas yang sama juga berlaku kepada pemain Chelsea. Seperti dikatakan kiper Thibaut Courtois. ''Kami butuh insting pembunuh,'' katanya, kepada situs resmi klub.

Tiga laga, tiga imbang, dan dua gol itu dicapai Chelsea dari 56 kali tembakannya ke arah pertahanan lawan. ''Harusnya kami bisa menciptakan banyak gol. Karena, saya merasa peluang-peluang yang kami dapatkan cukup berbahaya. Kami hanya perlu lebih tenang menuntaskannya (peluang jadi gol),'' tambah Courtois. (ren)

Perkiraan Pemain

Chelsea (3-5-1-1): 13-Courtois (g); 28-Azpilicueta, 27-Christensen, 24-Cahill (c); 15-Moses, 4-Fabregas, 7-Kante, 14-Bakayoko, 3-Alonso; 10-Hazard; 9-Morata

Pelatih: Antonio Conte

Leicester City (4-4-1-1): 1-Schmeichel (g/c); 18-Amartey, 29-Benalouane, 15-Maguire, 28-Fuchs; 26-Mahrez, 25-Ndidi, 21-Iborra, 11-Albrighton; 20-Okazaki; 9-Vardy

Pelatih: Claude Puel

Wasit: Mike Jones

Live: beIN Sports 1 pukul 22.00 WIB

Stadion: Stamford Bridge, London


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-inggris 

Berita Terkait

Pochettino Arsiteki Tottenham Hingga 2023

Liga Inggris

MU yang Selalu Sembunyi di Balik de Gea

Liga Inggris

Wenger Tutup Karir Bersama Arsenal

Liga Inggris

Kloop Kembalikan Kejayaan Liverpool

Liga Champions

Melwood Pagari Salah dengan Naikkan Bayaran

Liga Inggris

Fellaini Tentukan Kemenangan Setan Merah

Liga Inggris

IKLAN