Minggu, 25 Februari 2018 04:22 WIB
Citra indah

Politik

Kader Gerindra Ibu Kota Ikut Kecam La Nyalla

Redaktur: Redjo Prahananda

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia Setiadi, bersama para kader perempuan Gerindra Jakarta Timur.

INDOPOS.CO.ID - Kader Partai Gerindra di Ibu Kota Jakarta tersulut oleh pernyataan membabi buta, bekas bakal calon gubernur Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti, terhadap Prabowo Subianto.

Mereka ramai-ramai mengecam ucapan tanpa bukti itu. Salah satu kecaman datang dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia Setiadi.

"La Nyalla kurang ajar berani menyerang Pak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra tanpa bukti. Sikap La Nyalla itu karena dia gagal lulus Diklat Hambalang," ujar Adi, Sabtu (13/1).

Adi sekaligus tokoh pemuda Banten di Jakarta ini mengatakan, Diklat Hambalang berlokasi di Sentul, Bogor, Jawa Barat, merupakan kawah candradimuka untuk menggembleng kader-kader Partai Gerindra menjadi pemimpin masa depan Indonesia.

Sehingga wajar, kalau Prabowo marah pada La Nyalla. Sebab, dalam proses pencalonan seseorang di Pemilu maupun Pilkada butuh persiapan matang, termasuk logistik berupa biaya besar. Terutama untuk membayar dana saksi untuk mengawal proses pencoblosan sampai penghitungan suara.

"Mungkin ditanya mau nyalon tapi enggak punya duit, dia kader partai ketemu ketua DPP tiba-tiba mau nyalon tapi enggak ada duitnya, masak calon enggak ada duit, ya wajar marah," kata Adi.

La Nyalla memahami Prabowo merupakan orangtua di Partai Gerindra, sehingga sangat pantas apabila menegur atau menasehati kader .”Aneh, sebagai bekas Ketua Umum PSSI La Nyalla nggak ngerti etika berorganisasi," ujar Adi.

Adi enggan ambil pusing dengan La Nyalla memilih keluar dari Partai Gerindra. "Karena kader haus kekuasaan semacam dia, hanya bakal jadi benalu partai," sindir Adi. (wok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #Gerindra #la nyalla 

Berita Terkait

IKLAN