Kamis, 16 Agustus 2018 09:31 WIB
pmk

Nusantara

Solmet Usul Jokowi Bentuk Tim Pengendali Harga di Papua

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

FOTO BARENG: Ketua Umum Solidaritas Merah Putih Sylver Matutina (kiri) berfoto bersama Presiden Joko Widodo. Foto: Istimewa

INDOPOS.CO.ID-Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Sylver Matutina meminta Presiden Jokowi membentuk tim atau badan untuk mengendalikan harga barang di Papua.

Sylver Matutina mengaku sudah menyampaikan langsung hal ini ke Presiden Jokowi saat berkunjung ke Rote Ndao, NTT menghadiri acara Rakornas Relawan Bara JP, Senin (8/1) lalu.

Solmet, kata dia, sudah punyai punya konsep atau jurus jitu yang langsung bisa menurunkan dan menyamakan harga sembako dan bahan bangunan di kawasan Papua.

"Kajian ini sudah kami lakukan lama sekali semenjak berbisnis cargo dan pesawat charter di Papua sejak 2013," ujar pria yang juga pengusaha di kawasan Papua ini.

Menurutnya, faktor terpenting untuk menjaga keseimbangan harga di Papua adalah di Ongkos angkut cargo udara.

"Presiden antusias dan bergembira sekali atas usulan itu. Dia berjanji untuk bertemu kembali dan membahas secara detail strategi dan pelaksanaannya di lapangan," ujar Sylver Matutina, Jakarta, Minggu (14/1).

Dia menyatakan, tim pengendalian harga di Papua dan daerah terpencil sangat penting untuk menjaga kesinambungan pasongan kebutuhan di sejumlah wilayah tersebut.

"Seperti daerah Papua, harga kebutuhan pokok dan bahan bangunannya masih tinggi," ujar Sylver Matutina.

Ditambahkan Sylver, Jokowi sukses menerapkan BBM satu harga di pelosok Papua. Keberhasilan ini harus diapresiasi. Dan program ini akan makin lengkap jika harga sembako dan bahan bangunan juga dapat dibeli dengan harga sama dan terjangkau seperti halnya di kota-kota besar daerah lainnya.

"Jadi kita harapkan harga-harga antara Jayapura dengan yg di pegunungan atau lembah semisal di Wamena, Oksibil ataupun Kobagma dan lainnya bisa sama," ujar dia.

Sebagai bahan perbandingan saat ini harga semen di Kabupaten Pegunungan Bintang (Oksibil) adalah Rp 1,040 juta di Kab Mamberamo Tengah (Kobagma) Rp 1,9 juta, di Kabupaten Puncak Jaya (Wamena) Rp 550 ribu sedangkan di Jayapura berkisar Rp 80 ribu.

"Kita berharap usulan ini bisa segera terealisasi agar bisa segera dirasakan manfaatnya oleh warga Papua," ujar dia. (din/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #solmet #presiden-joko-widodo 

Berita Terkait

IKLAN