Minggu, 25 Februari 2018 04:34 WIB
Citra indah

Nasional

Pimpinan DPR Sebut Tata Kelola Pangan sedang Kacau

Redaktur: Ali Rahman

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

INDOPOS.CO.ID - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyebut banyak keanehan yang dilakukan oleh pemerintah tekait rencana impor beras 500 kg dari Vietnam dan Thailand di akhir Januari ini.

Keanehan pertama, katanya, rencana impor yang akan dilakukan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) itu justru menunjukkan tidak bagusnya penanganan tata kelola pangan nasional. "Karena rencana Kemendag itu berbeda dengan pernyataan kementerian pertanian (Kementan) yang justru mengklaim bahwa negeri ini surplus beras sebesar 329 ribu ton. Jadi ini bukti tata kelola dan data pangan negeri telah kacau," kata Fadli, dalam rilisnya yang diterima INDOPOS, Minggu (14/1).

Dengan mengacu data BPS, ucap Fadli, Kementan menyatakan bahwa sepanjang 2017 produksi beras mencapai 2,8 juta ton, sementara tingkat konsumsi kita sekitar 2,5 juta ton. "Jika angka-angka ini benar, seharusnya memang surplus beras. Namun anehnya harga beras di pasar justru terus naik," kesalnya.

Politisi Gerindra ini juga menyebut ada ketidakselarasan pemerintah terhadap permasalahan yang ada. Dimana pemerintah menyebut bahwa kelangkaan beras terjadi pada golongan beras medium, yang selama ini dikonsumsi oleh kalangan menengah, namun izin impor yang diterbitkan Kementerian Perdagangan malah untuk beras premium. "Ini kan tidak nyambung. Yang dianggap masalah adanya di mana, tapi penyelesaiannya entah ke mana," cetusnya.

Keanehan berikutnya, lanjut Fadli, izin impor ini dikeluarkan pemerintah persis pada saat petani kita sedang menghadapi musim panen. "Bagi saya, sejumlah keanehan itu sudah lebih dari cukup membuktikan pemerintah selama ini memang tidak transparan dalam mengelola kebijakan pangan.” pungkasnya. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #Tata Kelola Pangan #fadli zon 

Berita Terkait

IKLAN