Jumat, 20 Juli 2018 05:53 WIB
BJB JULI V 2

Nusantara

Harga Cabai Meroket Lagi, Warga Gelisah

Redaktur:

Foto : Ilustrasi Dakta.com

INDOPOS.CO.ID - Bahan kebutuhan pokok lainnya juga ikut menyusul kenaikan harga beras saat ini.

Di antaranya cabai rawit maupun cabai merah, kentang, wortel, telur, dan ayam.

Dari pengamatan di Pasar Larangan, Surabaya harga cabai rawit mencapai Rp 38 ribu per kilogram.

Padahal, awal bulan ini harganya masih Rp 30 ribu per kilogram. Kenaikan cukup tinggi terjadi pada cabai merah.

Yang semula Rp 30 ribu per kilogram kini Rp 45 ribu per kilogram. Naik 50 persen.

''Harga sayuran juga naik semua,'' kata Alfiyah, salah seorang pedagang di Pasar Larangan, Sabtu (13/1). ''Ya, tetap terbeli. Tapi, banyak pembeli yang nggerundel,'' lanjutnya.

Dia lantas memisalkan wortel. Semula harganya Rp 10 ribu per kilogram.

Kini sudah naik menjadi Rp 16 ribu per kilogram. Begitu juga harga kentang.

''Kini sudah Rp 18 ribu per kilo. Semula hanya Rp 15 ribu,'' ucap Alfiyah.

Perempuan 35 tahun itu menyatakan, kenaikan harga bahan kebutuhan pokok tersebut sudah berlangsung selama seminggu.

Pengiriman bahan terhambat lalu lintas yang padat. ''Karena terlambat, stok terbatas. Harga pun naik,'' jelasnya. ''Faktor cuaca juga. Hujan membuat panen tak maksimal,'' lanjutnya.

Lilik Farida mengatakan hal yang sama. Hasil panen awal tahun ini memang tidak sebagus tahun sebelumnya. Dia mencontohkan cabai rawit. ''Biasanya warnanya cerah, segar, dan besar. Sekarang pucat dan kecil,'' ujarnya.

Meski harganya naik, Lilik masih bersyukur. Sebab, barang dagangannya tidak terdampak.

Keluhan hanya muncul ketika dia membeli bahan makanan untuk dijual kembali atau kulakan. ''Kalau kulakan, butuh modal besar,'' jelasnya.

Harga ayam tak kunjung turun. Pantauan di pasar yang sama, harga ayam mencapai Rp 36 ribu per kilogram.

Sementara itu, daging sapi dibanderol seharga Rp 96 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan, harga bahan pangan memang naik. Penyebabnya adalah hasil panen yang tidak optimal sehingga barang di pasar terbatas.

Fenny menyebut kenaikan harga masih terbilang normal. Dia membandingkannya dengan awal 2017.

Perempuan berusia 47 tahun itu mencontohkan harga cabai rawit. Awal 2017, harganya menembus angka Rp 100 ribu per kilogram.

''Bahkan, banyak cabai rawit impor yang masuk ke pasar,'' ujarnya.

Sebagai solusinya, disperindag sudah berkirim surat ke Badan Urusan Logistik (Bulog).

Dalam surat itu, disperindag meminta Bulog menggelar operasi pasar. Fenny menyatakan, Bulog sudah turun ke pasar-pasar mulai minggu ini hingga Maret. (aph/c19/ai/jpnn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #harga-cabai #cabai-mahal 

Berita Terkait

IKLAN