Rabu, 14 November 2018 02:12 WIB
pmk

Nusantara

Kalimantan Barat Darurat Banjir

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

TIDUR DI MEJA. Seorang anak warga Desa Hilir Kantor Kabupaten Landak tidur di atas meja akibat banjir, Sabtu (13/1) malam. Foto: ANTONIUS/RAKYAT KALBAR

INDOPOS.CO.ID-Hujan yang terus menerus mengguyur Kalimantan Barat mengakibatkan beberapa kabupaten diterjang banjir. Akibatnya ratusan rumah warga di berbagai daerah terendam, Minggu (14/1).

Di Kabupaten Sekadau, puluhan rumah warga di Kecamatan Nanga Mahap dan Nanga Taman terendam. Banjir menyusul hujan deras yang melanda sebagian besar wilayah Sekadau sejak Sabtu (13/1).

Di Kecamatan Nanga Mahap banjir merendam beberapa desa. Terparah terjadi di Dusun Tanjung Desa Nanga Mahap.“Saat ini ketinggian air bervariasi, mulai selutut, sepinggang, hingga seleher orang dewasa. Malahan di daerah rendah lebih dalam lagi,” ujar Ketua Tim Desa Siaga Bencana (Destana) Nanga Mahap, Kurniawan Sunardi kepada Rakyat Kalbar (INDOPOS GROUP), Minggu (14/1) siang.

Banjir terjadi akibat luapan anak Sungai Sekadau dan Sungai Mahap. Debit air meninggi pasca Mahap dan sekitarnya diguyur hujan lebat sejak Sabtu petang (13/1). Akibat luapan kedua anak sungai itu, warga yang rumahnya berada di pinggiran sungai pun terendam. Akses jalan juga terendam sehingga melumpuhkan aktivitas warga. “Sekarang ketinggian air masih terus meninggi,” papar Adi, sapaan Kurniawan Sunardi.

Selain di Desa Nanga Mahap, banjir juga merendam Desa Lembah Beringin, Kecamatan Nanga Mahap. Tak kurang 10 rumah warga terendam.

Berdasarkan data dari BPBD-PK Sekadau, sedikitnya ada 6 desa di Kecamatan Nanga Mahap yang terendam banjir. Sementara di Nanga Taman, ada lima desa yang terendam banjir.

Hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Landak beberapa hari terakhir ini juga menyebabkan terjadi banjir bandang. Banjir terutama terjadi di daerah dekat aliran sungai hingga ke rumah pemukiman warga yang di dataran rendah.

Belum ada korban jiwa dari peristiwa banjir, namun masyarakat banyak yang mengalami kerugian material. Khususnya, petani mengalami kerugian karena sawah banyak yang rusak.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, banjir terjadi sejak Jumat. Pertama, banjir bandang di Desa Pahokng dan Desa Tunang Kecamatan Mempawah Hulu. Akibat banjir tersebut banyak sawah yang rusak. Banjir juga di Desa Sebangki Kecamatan Sebangki. Banjir di dua kecamatan ini tidak berlangsung lama.

"Tidak ada korban jiwa, pada saat itu air dengan ketinggian 20-80 cm di jalan raya. Sedangkan untuk kerugian material belum bisa diketahui," ujar Kepala Pelaksana BPBD Landak, Banda Kolaga, Minggu (14/1).

Banjir juga terjadi di daerah bantaran sungai Ngabang. Tepatnya di pemukiman penduduk yang berada di belakang Puskesmas jalur Dua Ngabang. Banjir yang terjadi pada malam hari itu membuat masyarakat setempat harus bersusah payah mengangkujt perabot rumah tangga supaya tidak terendam. "Banjir pada malam hari, siangnya sudah kering, kondisi warga sudah aman," katanya.

Sementara di Dusun Pesayangan Desa Raja, Dusun Steger Pulau Bendu Desa Hilir Tengah dan Dusun Tanjung Desa Hilir Kantor, air masih merendam rumah warga. Ketinggian air hingga naik ke jalan raya.

Warga terpaksa tidur di atas meja bersama anaknya. Sebab tempat tidur yang biasa digunakan terendam. “Hujan seharian kemarin menyebabkan rumah kami terendam, anak dan istriku terpaksa harus tidur di atas meja," ujar warga Desa Hilir Kantor, Yusuf, Minggu (14/1).

Kepungan banjir juga terjadi di Kabupaten Bengkayang. Setelah menghantam Kecamatan Sungai Betung, Kecamatan Samalantan dan Kecamatan Lumar, Sabtu (13/1), banjir kini menghantam Kecamatan Ledo. Luapan air ini akibat hujan yang turun sejak pukul 08.00 Wib hingga 17.00 Wib. (RK/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #banjir-kalimantan-barat #banjir 

Berita Terkait

Hujan Petir, Waspada Banjir

Headline

Hujan Seharian, Tiga Kecamatan Diterjang Banjir

Headline

Warga Cipinang Melayu Minta Dibuatkan Tanggul

Jakarta Raya

DPRD Tagih Janji Pemkot Tangani Banjir

Banten Raya

Tujuh Titik Banjir Belum Teratasi

Banten Raya

14 Perumahan Terancam Banjir Kiriman

Megapolitan

IKLAN