KY Pantau Perilaku Hakim di Praperadilan Pengusaha

INDOPOS.CO.ID – Komisi Yudisial (KY) akan memantau sidang gugatan praperadilan yang diajukan oleh Gunawan Jusuf dan M Fauzi Thoha (Pemohon) melawan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri (Termohon) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

 
“Diminta atau tidak, KY akan memantau persidangan yang dirasa menarik perhatian publik dengan tetap berpegang teguh pada prinsip independensi hakim dan peradilan,” terang Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (15/1/2018).
 
Dia menjelaskan, pihaknya tidak berwenang memeriksa keabsahan suatu perkara yang akan, sedang dan sudah diperiksa pengadilan. Meskipun, perkara yang digugat oleh pengusaha GJ t‎erkait Sprindik (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) yang diterbitkan Bareskrim Polri.
 
Namun, Komisi Yudisial hanya memeriksa perilaku hakim yang memproses atau mengadili gugatan praperadilan yang diajukan GJ. “KY hanya berwenang memeriksa dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim (KEPPH),” ujar dia.
 
Untuk diketahui, GJ dan MTF mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai pemohon melawan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri‎ selaku termohon.
 
Pengusaha GJ dan MFT menggugat Polri terkait diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan lanjutan Nomor: SP.Sidik/896 Subdit I/VI/2017/Dit Tipidum tanggal 22 Juni 2017. 
 
Padahal, Polri mengeluarkan Sprindik tersebut menindaklanjuti laporan dari Walfrid Hot Patar S sesuai Nomor Laporan Polisi: LP/369/IV/2017/Bareskrim tanggal 7 April 2017.‎ Bahkan, status GJ dan F juga masih sebagai terlapor dan saksi bukan tersangka.
 
Sedangkan putusan praperadilan yang dipimpin oleh Hakim Tunggal Effendi Mukhtar diagendakan Selasa (16/1/2018) esok. Sementara itu, pihak pengacara atau kuasa hukum pemohon tidak berkenan memberikan keterangan atau tak mau diwawancarai terkait gugatannya. (ibl)

Komentar telah ditutup.