Senin, 16 Juli 2018 07:41 WIB
bjb juli

Internasional

Sadis, Masjid di Hebron Ditutup bagi Muslim, Dibuka bagi Yahudi

Redaktur:

Masjid Ibrahimi di Hebron (Wikipedia)

INDOPOS.CO.ID - Menteri Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengatakan, Israel melakukan lebih dari 1.000 pelanggaran terhadap masjid dan gereja pada 2018.

Menteri Yousef Adeis mengatakan, khususnya area Masjid Al Aqsa menghadapi lebih dari 40 serangan per bulan. Penduduk Yahudi sering membaca teks kitab Talmud di sekitar masjid itu.

Dia mengatakan, masjid-masjid di Yerusalem Timur dan Tepi Barat diserbu dalam 12 kesempatan. Sementara areal pemakaman diserang 15 kali.

Palestina

Palestina (Jerusalem Post)

 

Menurut Adeis, Pemerintah Israel mencegah azan dikumandangkan di Masjid Ibrahimi di Hebron sebanyak 645 kali di sepanjang 2017. Masjid itu ditutup bagi umat Muslim dan dibuka bagi Yahudi. Ini merupakan pelanggaran luar biasa.

Seperti dilansir Anadolu Agency, Senin, (15/1), Pemerintah Israel juga memblokir pintu masuk, melarang renovasi, dan memasang kamera pengintai di sekitar masjid itu.

Adeis melaporkan Gereja Katolik Salesian di Nasira, Israel juga diserang oleh pelaku vandalisme yang mencoretkan kata-kata kasar di dinding gereja.

Oleh karena itu, Adeis menekankan perlunya perlindungan bagi tempat-tempat suci di kawasan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, pihak berwenang Israel membolehkan semakin banyak pemukim Yahudi masuk ke kawasan masjid, biasanya lewat Magharba Gate.

Pada 2017, kawasan sekitar Masjid Al Aqsa dikunjungi oleh lebih dari 25.000 pemukim Israel dibandingkan hanya 15.000 dari mereka pada 2016. Data tersebut menurut Badan Wakaf Islam asal Yordania.

Pemerintah Palestina dan Yordan sudah berulang kali mengimbau agar Israel menghentikan praktik itu, namun tidak dihiraukan oleh Israel.(ce1/met/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #donald-trump #konflik-israel #perang-israel-palestina #yerusalem #ibu-kota-israel 

Berita Terkait

Trump Digugat 17 Negara Bagian

Internasional

PBB Kecam Kebijakan Trump

Internasional

IKLAN