Minggu, 25 Februari 2018 12:37 WIB
Citra indah

Headline

Besok, Sandiaga Uno Dipanggil Penyidik Polda

Redaktur: Novita Amelilawaty

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

INDOPOS.CO.ID - Penyidik Polda Metro Jaya memastikan pihaknya akan memeriksa Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pada Kamis (18/1) besok.

Sebelumnya, Sandiaga sudah dipanggil penyidik pada pertengahan Oktober lalu. Namun Sandiaga tak dapat hadir lantaran tengah sibuk menyiapkan diri jelang pelantikannya sebagai Wakil Gubernur dan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 20 Oktober 2017 di Istana Negara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan kalau Sandiaga diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penggelapan dan penipuan.

Sesuai surat pemanggilan yang tengah beredar di kalangan wartawan, penyidik meningkatkan kasus ini dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Sementara rekan bisnis Sandiaga dalam kasus yang sama, yakni Andreas Tjahjadi, telah ditetapkan tersangka dalam kasus ini.

Andreas mengakui telah menjual lahan milik PT Japirex di kawasan Tangerang itu, sedangkan uang hasil penjualan lahan itu diakui Andreas digunakannya sendiri. "Yang bersangkutan mengakui telah menjual sebidang tanah yang bukan hak miliknya, dan kemudian tersangka mengatakan kalau uang hasil penjualan dinikmatinya sendiri," papar Argo.

Dari keterangan Andreas kepada penyidik, uang hasil penjualan lahan itu didepositokan Andreas di beberapa bank. Dan bunga bank dari deposito itu juga dinikmatinya sendiri. "Ada beberapa puluh miliar rupiah (uang yang didepositokan Andreas). Dan ada dua kali pembayaran (hasil penjualan lahan) sebesar Rp 11 miliar," pungkas Argo.

Penyidik sudah memeriksa 17 saksi yang diantaranya dari pihak Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), PPAT, dan kantor kecamatan setempat. Penyidik juga sudah mengumpulkan beberapa alat bukti terkait kasus tersebut.

Untuk diketahui, Andreas dan Sandiaga Uno dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Keduanya dilaporkan oleh Fransiska Kumalawati Susilo selaku kuasa hukum Edward Soeryadjaja dan Djoni Hidayat ke Polda Metro Jaya pada Rabu 8 Maret 2017 lalu.

Dalam surat laporan bernomor TBL/1151/III/2017/PMJ/Dit. Reskrimum, Andreas dan Sandiaga dituduhkan melakukan pelanggaran Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan nilai kerugian korban mencapai Rp5 miliar. Namun meski kini Andreas sudah resmi berstatus tersangka, namun Sandiaga Uno masih berstatus saksi belaka.

Dijelaskan Fransiska, kasus itu bermula ketika Andreas, Sandiaga, dan Djoni Hidayat merupakan rekan kerja di PT Japirex. Namun, Djoni keluar dari Japirex lalu menitipkan kepada Andreas dan Sandiaga sebuah aset tanah seluas 3.115 meter persegi yang posisinya persis berada di belakang kantor perusahaan tersebut, yakni di kawasan Jalan Curug Raya Tangerang Selatan Banten pada 2012 lalu.

Namun belakangan Djoni baru mengetahui kalau tanah yang telah dititipkannya tersebut telah dijual tanpa sepengetahuan dirinya. Menurut Fransiska, Djoni mengaku tidak pernah menandatangani kuitansi maupun menerima uang hasil penjualan tanah tersebut. "Klien kami (Djoni) tidak merasa menerima uang itu, dan tidak pernah menandatangani kuitansi. Tandatangannya pun berbeda," terang Fransiska saat melaporkan Andreas dan Sandiaga di Mapolda Metro Jaya pada Maret lalu.

Menurutnya, pihaknya telah mencoba menjalin komunikasi dengan Sandi dan Andreas, namun tidak pernah menemukan titik terang hingga melaporkan masalah ini ke Polda Metro Jaya. (ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #Sandiaga Uno 

Berita Terkait

Besok, Bu Airin Mau Bertemu Bang Sandi, Ada Apa Hayoo…

Banten Raya

Taufik Garansi Anies-Sandi Tak Main Gusur

Jakarta Raya

Sandi Genjot Pelatih Kewirausahaan Ok Oce

Jakarta Raya

Persiapan Asian Games, Sandi Bakal Kunjungi Jepang

Jakarta Raya

IKLAN