Senin, 17 Desember 2018 03:44 WIB

Megapolitan

Beroperasi Meski Disegel, Perusahaan Jeans Digerebek

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - PT Millenium Laundry yang selama ini dituding membuang limbah berbahaya ke Kali Bekasi akhirnya digerebek aparat Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (17/1) sore. Kini, lima orang dari pihak perusahaan itu masih dalam pemeriksaan polisi.

”Kita menemukan ada beberapa indikasi pelanggaran yang dilakukan PT Millenium Laundry yang menurut kami pelanggaran pidana,” terang Kapolres Metro Bekasi Kota Kombespol Indarto, Kamis (18/1).

Dia menjelaskan, penggerebekan PT Millenium Laundry itu dilatarbelakangi laporan yang diterima dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi terkait dugaan pencemaran perusahaan itu yang membuang limbah berbahaya ke Kali Bkasi.

Hasil penggerebekan, polisi menyita sejumlah alat produksi pewarnaan jeans dan pencucian bahan di perusahaan itu. Usai melakukan penggerebekan, polisi langsung memasang garis polisi atau police line di perusahaan yang berdiri di pinggir Kali Bekasi yang berlokasi di Kecamatan Bantargebang tersebut.

Apalagi, kata Indarto juga, keberadaan PT Milenium Laundry tidak dilengkapi izin operasional dari intansi terkait. Jadi aktivitas perusahaan itu dianggap ilegal. ”Pada Oktober 2017, perusahaan ini sempat disegel oleh Pemkot Bekasi, karena terbukti mencemari sungai. Tapi mereka kembali beroperasi,” cetusnya juga.

Indarto menambahkan, pihaknya juga tengah melakukan pendalaman kasus dengan memeriksa legalitas merk jeans yang perusahaan itu jual, apakah memenuhi unsur hak cipta atau tidak. Karena itu, saat penggerebekan sejumlah bahan jeans yang siap produksi diangkut untuk diperiksa lebih lanjut di Puslabfor Mabes Polri.

Dengan begitu, kata Indarto lagi, pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi itu secara otomatis tidak diperbolehkan melakukan aktivitas selama kasus hukumnya berjalan.

”PT Millenium Laundry ini melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3),” kata Indarto juga.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Bekasi Jumhana Luthfi mengatakan, penggerebekan polisi ke PT Millenium Laundry memang karena laporan yang dilakukan pihaknya.

”Kita yang laporkan PT MIllenium Laundry kepada Polres Metro Bekasi Kota. Bahkan Kapolrestro Bekasi Kota Kombespol Indarto terjun langsung menyegel pabrik dengan garis polisi pada Rabu (17/1) sore lalu,” katanya, Kamis (18/1)

Menurut dia juga, upaya mempidanakan perusahaan yang bergerak pada bidang pewarnaan celana jeans dan pencucian bahan jeans itu dilatarbelakangi ulah pemiliknya yang tetap membandel menjalankan aktivitas produksinya pascapenyegelan yang dilakukan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pada Juli 2017.

”Kita sudah berikan teguran dan menutupnya tapi mereka masih nakal tetap beroperasi. Bukan sekali kami tutup aktivitas produksi perusahaan itu. Makanya kita serahkan ke pihak kepolisian,” tandasnya. (dny)


TOPIK BERITA TERKAIT: #limbah 

Berita Terkait

DPR Telusuri Perusahaan Perusak Lingkungan

Nasional

Sering Tercemar, Air Kali Bekasi Berbahaya

Megapolitan

IKLAN