Sabtu, 18 Agustus 2018 08:05 WIB
pmk

Hobi

Kemenpora Kepincut Gelar Kejurnas Gamer usai Lihat Predator League

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

President Acer APAC Andrew Hou dan Presiden Direktrur Acer Indonesia Herbert Ang saat pembukaan acara oleh Kemenpora. Heriyanto/INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID - Turnemen internasional Accer Predator League 2018 memulai babak grand final selama tiga hari yang menampilkan delapan peserta kompetisi game online atau dikenal e-Sport (video game)  DOTA 2, di Mal Taman Anggrek Jakarta Barat, Jumat hingga Minggu (19-21/1).  Predator League adalah  kompetisi  eSport pertama yang diselenggarakan Accer dan merupakan salah satu turnamen kelas dunia terbesar di Asia  Pasifik. Dengan total hadiah, US$ 150.000 atau setara Rp 1,9 miliar, sebagai hadiah utama dan Predator Shield, piala utama untuk kompetisi ini.

Tak melulu tentang pertandingan eSports, gelaran ini menghadirkan juga berbagai permainan interaktif bagi pengunjung. Nanti, pengunjung bisa menikmati berbagai teknologi terbaru di Accer, seperti Virtual Reality (VR) hingga pengalaman seru mengendarai Predator War Truck. Menariknya, kompetisi DotA 2 ini juga berhasil memecahkan rekor MURI sebagai "Tayangan Langsung Permainan Online di Layar LED Terbesar di Asia Tenggara".

Delapan peserta turnamen di bagi dua tim sebanyak empat peserta. Tim pertama terdiri Quid Pro Quo (Filipina), Geek Fam (Malaysia), Alpha Red (Thailand), dan Ten Twenty (Singapur). Ditambah Azure eSports (Hong Kong), Signify (India), We Say No! (Sri Lanka), dan BOOM.ID (Indonesia)

Kementerian Pemuda dan Olahraga yang diwakili Hamka Hendra Noer menyambut baik turnamen Predator League 2018 ini. “Saya bersyukur untuk pertama kalinya bisa bertemu dengan gamer dari berbagai negara, dan bangga Jakarta terpilih menjadi negara pertama kompetisi bergensi ini digelar," ucap Hamka.

“Melihat perkembangan eSports Indonesia, kami dari pemerintah Indonesia memberikan dukungan secara penuh kepada pihak vendor atau penyelenggara untuk ke depannya bisa menggelar turnamen sejenis yang disebut kejuaraan nasional secara resmi,” ujar Hamka yang bertindak membuka turnamen.

President Acer APAC Andrew Hou menuturkan responsnya sangat bagus. "Kami mengakui bahwa kami sedikit terlambat dalam terjun ke industri gaming, tapi momennya masih sangat pas. Kehadiran kami juga sangat penting untuk memeprkuat ekosistem esportdi kawasan Asia Pasifik," ungkap Andrew.

Tidak menyebutkan angka secara detil, Andrew mengatakan bisnis Acer bertumbuh 20 persen tahun lalu lewat kontribusi industri perangkat gaming. Pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah ajang pertama Acer ini disebut Andrew berasal dari niat keras dari Presiden Direktrur Acer Indonesia Herbert Ang. (ers)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kemenpora #predator-league 

Berita Terkait

IKLAN