Rabu, 26 September 2018 09:51 WIB
pmk

Tekno

Melihat Kecanggihan Teknologi Karya Mahasiswa untuk Budi Daya Ikan

Redaktur:

Ketua Umum HKTI Moeldoko saat mengikuti panen ikan air tawar.

INDOPOS.CO.ID - Meski sudah memiliki jabatan baru sebagai Kepala Staf Presiden, namun Moeldoko tidak begitu saja meninggalkan kesibukan lamanya sebagai Ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Bahkan di akhir pekan ini dia menyempatkan diri menyaksikan hasil teknologi mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Jojgakarta di bidang budidaya perikanan air tawar.

Teknologi yang bernama micro bubble generator (MBG) itu diaplikasikan saat memanen ikan tawar. "Ini ada MBG generator karya mahasiswa UGM yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas ikan budidaya air tawar. Penemuan ini menjawab hal utama bagaimana manfaatnya bagi petani secara langsung," ujar Moeldoko didampingi Rektor UGM Panut Mulyono pada syukuran panen ikan Nila Merah Kelompok Tani Mina Ngeromboko, Sleman, Jogjakarta, Sabtu (20/1).

Menurut Moeldoko, jika teknologi aplikatif itu terus dikembangkan, maka tingkat kesejahteraan petani bisa meningkat. Apalagi di Jojga proses pertanian pertanian, terutama budidaya ikan air tawar lahannya cukup terbatas. Keterbatasan itu membutuhkan terobosan yang bisa diterima dalam skala industri.

Teknologi MBG merupakan pembuatan gelembung udara mikro dengan generator kecil. Gelembung itu memperkaya oksigen dalam air. "Teknologi tepat guna ini murah dan telah diuji coba di pertanian air tawar," ungkap mantan Panglima TNI itu.

MBG memiliki kelebihan lainnya, yakni bisa menghasilkan panen lebih dari tiga kali setahun. Dari tiga kali panen menjadi empat kali panen. Penggunaan listriknya hemat untuk memutar kincir.

Menurut mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu, jika teknologi itu disosialisasikan ke masyarakat, hasilnya sangat efektif terhadap budidaya ikan. Petani pun mendapat hasil yang maksimal.

Sebab teknologi MBG itu bisa membuat hasil ikan bisa lebih dari 50 persen. Selain itu kebutuhan pakan lebih sedikit, waktu memelihara lebih pendek, ikan lebih cepat besar dan sehat. "Tantangan penelitian perguruan tinggi itu kan, hasilnya bisa diterapkan pada skala industri agar menguntungkan," kata pria yang baru menjabat Kepala Staf Presiden itu.

Sementara itu, peneliti senior UGM Prof Rustadi mengklaim, teknologi MBG yang dikembangkan itu sudah terbukti dapat mengefisienkan pakan, selain jumlah ikan yang hidup lebih banyak. "Karena MBG itu hasilkan gelombung yang kecil dapat melarutkan oksigen di dalam air, menghilangkan jamur dan merangsang pertumbuhan plankton yang bisa menjadi pakan tambahan ikan," tuturnya.

Rustandi meyakini teknologi MBG ini prospektif dan tidak hanya untuk budidaya ikan tawar, tapi juga di air laut, seperti budidaya udang dan ikan yang gunakan jaring apung di laut. "Kami senang didukung biaya riset oleh HKTI dan komitmen Pak Moeldoko memajukan pertanian air tawar," pungkasnya.(iil/rgm/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #teknologi-pertanian #budidaya-ikan #budidaya-ikan-tawar #mahasiswa-ugm 

Berita Terkait

Tanpa Teknologi, Mustahil Pertanian Bangkit

Nasional

IKLAN