Rabu, 21 November 2018 11:24 WIB
pmk

Indobisnis

Investor Abaikan Government Shutdown

Redaktur: Riznal Faisal

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini

INDOPOS.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama pagi ini ditutup surplus 0,32 persen menjadi 6.511 poin. Trader sepertinya mengabaikan dampak negatif government shutdown pemerintahan Amerika Serikat (AS). Posisi indeks ini merupakan rekor terbaru dalam sejarah peredaran pasar modal Indonesia.

”Kalau term shutdown jangka panjang mungkin bisa berpengaruh. Sepanjang sejarah, government shutdown hanya 14 hari. Itu terjadi pada era Obama berkuasa. Jadi, investor bukannya kabur,” tutur Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hamdi Hassyarbaini di Jakarta, Senin (22/1).

Sepanjang perdagangan pagi ini, sektor pertambangan memimpin penguatan dengan kenaikan 2,66 persen. Disusul sektor agri menanjak 0,98 persen dan sektor perdagangan 0,69 persen.

Adapun bursa saham regional Asia masih bervariatif pada sesi siang ini. Nikkei melemah 0,25 persen dang Hang Seng Index minus 0,01 persen. Sementara Shanghai Composite Index menguat 0,06 persen dan Strait Times menguat 0,08 persen.

Perdagangan pagi ini menghasilkan nilai sebesar Rp 4,16 triliun dengan volume perdagangan 6,19 miliar dan ditransaksikan sebanyak 214.344 kali. Adapun sebanyak 190 saham mengalami penguatan harga, 125 menurun harganya dan 135 tak mengalami perubahan harga. (far)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ekonomi 

Berita Terkait

The Fed Picu Ketidakpastian Global

Ekonomi

Generasi Sandwich Rentan Stres

Jakarta Raya

128 Pedagang Malam Surken Terusir

Megapolitan

Gesits Sudah Dipesan 30 Ribu Unit

Nasional

Dorong Perizinan Bagi IKM

Jakarta Raya

Terinspirasi dari Hobi Traveling

Jakarta Raya

IKLAN