Rabu, 21 November 2018 03:40 WIB
pmk

Indobisnis

Pelaku Pasar Minta Insentif Transaksi

Redaktur: Riznal Faisal

Octavianus Budiyanto, ketua umum APEI.

INDOPOS.CO.ID - Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) mengusulkan insentif untuk menggairahkan pasar. Insentif terutama untuk penggerak pasar (market maker) pada transaksi sekunder reksa dana tercatat di bursa atau Exchange Traded Fund (ETF). Saat ini, transaksi pasar sekunder ETF hanya Rp 500 miliar per hari.

Insentif itu berupa penurunan pajak pertambahan nilai (PPn) atas fee transaksi dan potongan levy fee atau biaya transaksi dikenakan bursa. “Insentif penting guna mendorong transaksi supaya lebih likuid,” tutur Ketua Umum APEI Octavianus Budiyanto di Jakarta, Senin (22/1).

Saat ini, transaksi jual ETF dipajaki 0,1 persen dari nilai transaksi. Namun, sejumlah negara tidak dikenai pajak alias nol persen. Meski begitu, untuk mendapat keringanan itu butuh usaha dan waktu panjang.

Alternatif lain, pemberian potongan atas levy fee atas transaksi ETF saat ini 0,03 persen dari nilai transaksi. “Kami sudah bicara dengan otoritas pasar modal. Namun, belum tahu berapa potongannya,” ungkapnya.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio menyebut, APEI harus punya alasan kuat untuk mendapat insentif. “Kami tidak memakai mekanisme diskon untuk tingkatkan transaksi,” tegas Tito. (far)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bei #ekonomi 

Berita Terkait

BEI Perdalam Pasar pada Inisiatif Digital

Ekonomi

The Fed Picu Ketidakpastian Global

Ekonomi

Generasi Sandwich Rentan Stres

Jakarta Raya

128 Pedagang Malam Surken Terusir

Megapolitan

Gesits Sudah Dipesan 30 Ribu Unit

Nasional

Dorong Perizinan Bagi IKM

Jakarta Raya

IKLAN