Sabtu, 17 November 2018 06:19 WIB
pmk

Indobisnis

Dana Partai Masuk, BEI Periksa OSO Sekuritas

Redaktur: Riznal Faisal

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI ) bakal memeriksa prosedur pembukaan rekening dana nasabah PT OSO Sekuritas Indonesia. Rencana itu seiring dana Partai Hanura kubu Oesman Sapta Odang (OSO) masuk instrumen pasar modal, lewat broker bersandi AD tersebut. Dana partai senilai Rp 200 miliar itu mengalir melalui OSO Sekuritas, milik Oesman Sapta.

Manajemen bursa mengklaim, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sumber dana investasi itu legal. Dan, itu merupakan kewajiban perusahaan sekuritas kala melakukan prinsip mengenal nasabah (Know Your Costumer/KYC) sebagai salah satu syarat penting dalam pembukaan rekening dana nasabah.

”Saat buka rekening apakah angota bursa (AB) melakukan prosedur KYC  sesuai aturan atau tidak,” tutur Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini di Jakarta, Senin (22/1).

Sejatinya bilang Hamdi, pemeriksaan dilakukan secara rutin terhadap seluruh AB. Pemeriksaan dilakukan setiap tahun sekali. Nah, pemeriksaan untuk OSO Sekuritas menjadi prioritas. ”Bisa saja pemeriksaan OSO Sekuritas menjadi sampling kami,” imbuh Hamdi.

Selain itu sebut Hamdi, pihaknya ingin memastikan saat pembukaan rekening dana nasabah terkait Partai Hanura melalui OSO Sekuritas telah sesuai prosedur. Memastikan siapa membuka rekening, profil keuangan nasabah dan sumber dana harus dipastikan dari sumber legal.

”OSO Sekuritas harus memastikan orang (Partai Hanura) membuka rekening ditunjuk itu berwenang atau tidak,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Hanura kubu Manhattan, Oesman Sapta Odang (OSO) tidak membantah ada uang partai menggelinding ke OSO Sekuritas. Ia menyebut OSO Sekuritas justru mengamankan uang partai. ”Itu resmi. Sekuritas itu menyelamatkan uang partai,” bantah OSO di Hotel Manhattan, Kuningan, Minggu (21/1).

Berdasar pantauan INDOPOS, nilai transaksi OSO Sekuritas bulan Desember 2017 sejumlah Rp 2,481 triliun. Angka itu menanjak 13,4 persen dari bulan November 2017 senilai Rp 2,187 Triliun. (far)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bei #ekonomi 

Berita Terkait

Generasi Sandwich Rentan Stres

Jakarta Raya

128 Pedagang Malam Surken Terusir

Megapolitan

Gesits Sudah Dipesan 30 Ribu Unit

Nasional

Dorong Perizinan Bagi IKM

Jakarta Raya

Terinspirasi dari Hobi Traveling

Jakarta Raya

SOS Patok Revenue Rp 1 Triliun

Ekonomi

IKLAN