Selasa, 13 November 2018 11:24 WIB
pmk

Indobisnis

Garuda Refinancing Rp 8,5 Triliun

Redaktur: Syaripudin

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda, Helmi Imam Satriyono. Foto: Jakfar Shodik/INDOPOS.CO.ID

INDOPOS.CO.ID - PT Garuda Indonesia (GIAA) bakal menjajakan obligasi global (global bonds) USD 750 juta setara Rp 9,75 triliun dengan patokan kurs Rp 13.000 per dolar Amerika Serikat (USD). Tidak hanya itu, raksasa aviasi itu juga dijadwalkan merilis surat utang dalam denominasi rupiah sebesar Rp 2 triliun.

”Kalau tak aral melintang, pertengahan tahun ini sudah bisa menyapa pasar. Mudah-mudahan meluncur bersamaan,” tutur Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda, Helmi Imam Satriyono, di Jakarta, Selasa (23/1).

Helmi merinci dana hasil penerbitan surat utang itu untuk refinancing (bayar utang). Tepatnya, mayoritas untuk melunasi utang. ”Sisa USD 250 juta untuk penguatan operasional group,” jelas Helmi.

Saat ini sebut Helmi, pihaknya tengah melalakukan seleksi terhadap sejumlah underwriters (penjamin pelaksana emisi). Sayangnya, Helmi belum bersedia untuk membocorkan penjamin pelaksana emisi untuk mengurus hajatan obligasi tersebut. “Ya, kan masih kami seleksi. Tidak enak kalau dibocorkan sekarang,” elaknya. (far)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #garuda-indonesia 

Berita Terkait

IKLAN