Sabtu, 22 September 2018 12:37 WIB
pmk

Indobisnis

Awas, Minyak Mentah Dunia Terus Merangkak

Redaktur: Ali Rahman

Wakil Direktur Institute for Develompment of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto. Foto: Jakfar Shodik/INDOPOS.CO.ID

INDOPOS.CO.ID - Harga minyak mentah dunia mulai merangkak. Kini banderol emas hitam itu bertengger di kisaran USD 70 per barel. Kondisi itu perlu diwaspadai karena bisa mengganggu stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) domestik.

Wakil Direktur Institute for Develompment of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyebut harga BBM PT Pertamina sudah tidak ekonomis. Pada web BPH Migas bisa dihitung harga BBM dengan formula nilai tukar Rupiah dan asumsi harga minyak dunia. Kemarin kurs Rp 13.200 per USD dan brent USD 70 per barel. Meatinya, kekeonomian premium Rp 8.925, minyak tanah Rp 7.592, Solar Rp 9.058. “Jadi, secara keekonomian sudah di atas," tutur Eko, di Jakarta, Kamis (25/1).

Pada daftar harga jual Pertamina, per ‪16-31 Januari 2018‬, Pertamax Rp 8.600 per liter, Premium Rp 6.550, Pertalite Rp 7.600, Pertamax Turbo (RON 98) Rp 9.600 dan Pertamina Dex Rp 92.500 per liter.

"Idealnya, harga Premium Rp 8.900 tapi masih dijual Rp 6.550. Itu membuat subsidi energi membengkak,” imbuh Eko.

Eko melanjutkan, kenaikan harga minyak dari sisi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) menguntungkan. Itu karena penerimaan negara bisa meningkat dari lonjakan ekspor. Namun, masyarakata jusru bisa buntung karena banyak produk merangkak naik. (far)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #harga-minyak-mentah-dunia #harga-bbm-domestik #eko-listiyanto #indef 

Berita Terkait

IKLAN