Selasa, 20 November 2018 09:09 WIB
pmk

Indobisnis

Awas Harga Beras Terjun Bebas!

Redaktur:

Berly Martawardaya, ekonom Indef

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah diminta mengantisipasi dampak kedatangan beras impor. Pasalnya, kedatangan beras impor 346 ribu ton itu berbarengan dengan panen raya. Kelebihan stok beras dikhawatirkan menekan harga dan merugikan para petani.

”Kalau beras impor datang pastinya harga jatuh. Petani harus dilindungi supaya kala panen harga tidak melorot. Patani bukan untung malah buntung,” ungkap ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya, di Jakarta, Kamis (25/1).

Berly melanjutkan strategi antisipasi (exit strategi) penting untuk membuat harga beras stabil dan menguntungkan petani. Itu dapat dilakukan melalui manajemen menyimpan beras impor sebagai stok Bulog. ”Ya, beras hasil impor tidak harus dijual semua. Beras itu distok untuk mengantisipasi lonjakan harga,” imbuhnya.

Selanjutnya, Berly meminta pemerintah memperbaiki data produksi beras. Akurasi data beras ditujukan supaya nanti pemerintah tidak main klaim surplus produksi beras. Ironi stok beras melimpah, tetapi faktanya harga di pasaran mengalami kenaikan signifikan. ”Ini tidak masuk logika,” ucapnya.

Selama ini, sebut Berly data produksi beras Kementerian Pertanian (Kementan) tidak akurat. Sebab, data itu dikalkulasi dari rata-rata produksi dikalikan luas lahan. Tidak ditimbang berdasar riil hasil panen, sehingga terjadi bias dan berpotensi melahirkan mark-up. ”Kalau akurasi data beras tidak benar dan tanpa upaya perbaikan, kemungkinan melahirkan kebijakan bias,” ulas Berly.

Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati menambahkan pemerintah terlambat mengambil keputusan impor beras. Dampaknya, realisasi impor beras bertepatan dengan panen raya. Impor Januari, lalu beras impor tiba tiba Februari. Padahal, mekanisme impor butuh waktu tidak singkat. ”Tidak bisa sim salabim. Manajemen impor beras mesti dibenerin,” ingat Enny.

Limpahan beras impor dan hasil panen raya akan membuat stok beras membengkak. Kondisi itu bakal membuat petani berhadapan dengan rugi. Pasalnya, harga beras akan semakin rendah di pasaran. Untuk mencegah itu, beras impor dapat disalurkan secara bertahap ke daerah bukan penghasil beras. Dengan begitu, stabilitasi harga di masa mendatang bisa terjaga. ”Beras impor harus digelontorkan secara bertahap. Stop distribusi beras kala masa panen tiba,” ucanya. (far)


TOPIK BERITA TERKAIT: #beras 

Berita Terkait

Data Beras Berantakan, Perbaiki Dulu Baru Impor

Nasional

DPR: Tangkap Mafia Pangan

Headline

Pemerintah Terus Desak Bulog Serap Beras Lokal

Ekonomi

Ketua MPR Minta Pemerintah Stop Impor Beras

Nasional

Pasokan Beras PIBC Melonjak 6.763 Ton

Nasional

IKLAN