Megapolitan

GMBI Bentrok dengan Gabungan Ormas Bekasi, 20 Orang Terluka

Redaktur:
GMBI Bentrok dengan Gabungan Ormas Bekasi, 20 Orang Terluka - Megapolitan

SALING LEMPAR - Massa salah satu ormas yang bentrok di depan kantor Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Kamis (25/1).

INDOPOS.CO.ID - Bentrok berdarah pecah antar dua kelompok organisasi masyarakat (ormas) di Kota Bekasi. Dua kelompok ormas yang bentrok itu antara Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dengan gabungan lima ormas asal Kota Bekasi di depan Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Bekasi, Kamis pagi (25/1).

Lima ormas gabungan itu terdiri dari Forum Betawi Rempug (FBR), Pemuda Pancasial (PP), Angkatan Muda Siliwangi (AKS), Gibas (Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi) dan Forum Warga Bekasi. Akibat bentrokan dua ormas dengan massa dalam jumlah besar itu, membuat 20 orang terluka.

Beberapa anggota ormas yang luka akibat bentrokan itu mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi. ”Korban luka dari dua pihak. Terluka akibat terkena lemparan batu,” terang Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing, Kamis (25/1).

Berdasarkan data yang diperoleh INDOPOS dari Polres Metro Bekasi Kota, 20 korban yang luka itu sebanyak 18 orang anggota GMBI. Mereka masing-masing bernama Kosasih (luka di kepala), Yakub (luka di bibir dan kepala), Herdi (luka di kepala), Oji (luka di kaki), Rukmana (luka di kaki).

Lalu, Oden (luka dahi), Penjol (luka di telinga), Roni (luka di telinga), Sarja (luka di kepala), Tagor (luka di kepala), Yusuf (luka di kepala), Landus (luka di kepala), Kasan (luka di kepala), Miftahudin (luka di kepala), Paing (luka di kaki), Ali Muksin (luka di pinggang), Firmansyah (luka bibir dan kiki), dan Roni (luka di kepala).

Sementara dua orang lainnya yang terluka berasal dari ormas gabungan Kota Bekasi yang masing-masing bernama Hermansyah (luka di kepala belakang) dan Faisal (luka di dada kiri). Selain puluhan korban luka, kata Erna juga, bentrokan juga mengakibatkan tiga mobil dan tiga sepeda motor rusak akibat dilempari batu.

Ketiga mobil itu terdiri dari Daihatsu Taft B 1558 NLO dan Datsun Go Panca B 1761 KRI yang keduanya beratribut Ormas Gibas. Lalu ada juga serta Toyota Avanza B 1095 YI. ”Tiga kendaraan itu kita amankan dulu di markas (Polres Metro Bekasi Kota, Red) sebagai barang bukti pengrusakan,” katanya juga.

Bentrokan antar ormas itu berawal saat 200 anggota ormas GMBI sekitar pukul 10.00 WIB berunjuk rasa ke kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani No 1, Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan. Saat itu, massa GMBI terpusat di gerbang masuk selatan Plaza Pemkot Bekasi.

Massa GMBI menuntut pengusutan indikasi pemotongan upah pungut di lingkungan Dinas Pendapatan Kota Bekasi. Rupanya, ada massa lain selain ratusan anggota ormas yang berdemo di kantor Pemkot Bekasi. Mereka adalah massa gabungan ormas yang terdiri dari FBR, PP, AKS, Gibas dan Forum Warga Bekasi.

Sekitar pukul 11.00 WIB, entah siapa yang memulai tiba-tiba ada lemparan air mineral yang memicu terjadinya bentrokan. Dua massa itu bentrok di Jalan Ahmad Yani atau tepatnya di depan gerbang Plaza Selatan Pemkot Bekasi dengan saling lempar batu.

Bentrokan dua massa ormas itu terjadi sekitar 30 menit yang membuat ruas Jalan Ahmad Yani yang merupakan salah satu jalan protokol di Kota Bekasi sempat ditutup aparat. Sekitar pukul 11.30 WIB, tawuran antar dua kelompok massa ormas itu berhasil dihalau dan dihentikan ratusan polisi bersama Satpol PP Kota Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombespol Indarto mengatakan saat demonstrasi massa GMBI di kantor Pemkot Bekasi, pihaknya menerjunkan 250 personel.

Tapi setelah terjadinya bentrokan, pihaknya langsung menerjunkan 100 personel cadangan. ”Tujuannya mencegah bentrokan susulan,” terangnya.

Dia juga mengaku juga telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk meminta tambahan pasukan. ”Pasukan tambahan itu berasal dari Brimob dan Sampata,” terangnya juga. Indarto juga menambahkan, pihaknya akan mengkaji lebih lanjut akibat bentrokan massa ormas tersebut.

”Tadi itu awalnya ada demonstrasi dilakukan oleh kelompok massa GMBI sekitar 300-an orang. Mereka sudah ada pemberitahuan ke polres.  Tiba-tiba ada kelompok massa lain yang kontra dan saling memprovokasi hingga terjadi bentrokan fisik,” terangnya kepada wartawan termasuk INDOPOS.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangol) Kota Bekasi Abdillah menyesalkan adanya tindakan anarkis dalam menyuarakan aspirasi. Apalagi, dirinya tidak mendapat surat tembusan terkait izin demontrasi di depan kantor Pemkot Bekasi tersebut. ”Saya tidak tahu ada demonstrasi ini,” katanya.

Bahkan, ujar Abdillah juga, dia tidak tahu keberadaan ormas yang ada di dalam lingkungan Pemkot Bekasi dari mana datangnya. Tapi dia meyakini, bentrokan ini akan menjadi kewenangan kepolisian untuk mengusutnya. ”Biarkan kepolisian yang menanganinya (bentrokan, Red),” terangnya juga.

Terpisah, Sekjen FBR Kota Bekasi Ruhiyat Dipraja mendesak kepolisian untuk mengusut provokator yang melempar batu terlebih dahulu hingga terjadinya bentrokan tersebut. ”Kami melihat mereka (ormas GMBI, Red) sudah mempersiapkan semuanya,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Ate itu juga mengaku, kehadiran FBR bersama ormas lainnya di lingkungan Pemkot Bekasi karena ingin menjaga aksi demonstrasi yang dilakukan massa GMBI. Pasalnya, ujarny juga, ormas GMBI datang membawa massa dari luar Bekasi.

”Kami ini orang Bekasi wajar saja kalau menjaga rumah kami. Kalau GMBI mau demo, jangan bawa-bawa massa dari luar. Sama saja mau buka borok daerah sendiri,” cetusnya. (dny)

Berita Terkait

Banten Raya / Jadi Ajang Tawuran, Empat Lokasi Dijaga

Megapolitan / Tawuran Kian Meresahkan

Megapolitan / Antisipasi Tawuran, Aparat Gencar Patroli Malam

Megapolitan / Tawuran Dua Geng, Remaja Terbunuh


Baca Juga !.