Pos Indonesia Terus Kembangkan Teknologi Logistik e-Commerce

INDOPOD.CO.ID – Pengembangan teknologi dilakukan Pos Indonesia untuk menjadi tulang punggung logistik e-commerce Indonesia. Gilarsi mengatakan bahwa pasar e-commerce di Indonesia masih di bawah dua persen dari total nilai perdagangan retail domestik, sementara penetrasi e-commerce di China sudah sekitar 17%.

“Apabila mengantisipasi penetrasi pertumbuhan e-commerce Indonesia dari dua persen ke 20 persen, artinya terdapat peningkatan volume pengiriman barang sebanyak 10 kali lipat. Kalau sekarang kapasitas Indonesia mampu menangani 2 juta kiriman paket per hari, artinya kalau tumbuh 20 % akan ada 20 juta paket per hari. Harus ada investasi yang berani untuk mengubah infrastrukturnya,” tambahnya.

Pada tahun 2017, Pos Indonesia mampu melayani pengiriman sebanyak 180 ribu paket per hari. Sementara tahun ini telah meningkat menjadi 280 ribu paket per hari. Saat ini, Pos Indonesia sudah membangun pusat logistik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dengan automatic sorting machine yang mampu menyortir 3.000 paket per jam. Dan tahun ini ditargetkan akan ada delapan processing center yang dibangun.

Pada kesempatan yang sama Agus F. Handoyo Direktur Jasa Kurir menuturkan pada tahun 2017 volume pengiriman surat menurun 18 persen, sementara volume pengiriman paket tumbuh 36-38 persen. “Driver-nya adalah teknologi digital. Banyaknya kiriman dari e-commerce tidak hanya tumbuh eksponensial tetapi eksplosif,” katanya.

Baca Juga :

Oranger

Meningkatkan permointaan pemngiriman jasa paket dari imbas e-commerce diantisipasi Pos Indonesia dengan membentuk pasukan Oranger. Menurut Direktur Informasi dan Teknologi PT Pos Indonesia, Charles Sitorus, Oranger adalah sebagai pasukan Pos Indonesia yang difungsikan membantu pelanggan dalam menjemput paket-paket kiriman yang ada di tengah masyarakat.

“Pengiriman saat ini berbasis paket karena explosive-nya bisnis e-commerce. Tentu banyak pelanggan yang kesulitan atau tidak ada waktu untuk mendatangi Kantorpos. Oleh karena itu, kami bentuk Oranger untuk langsung menjemput paket dari pelanggan dengan mendatangi langsung rumah atau kantor pelanggan. Kami harus jeli melihat pasar seiring persaingan yang semakin ketat,” terang Charles.

Pada tahap awal, Januari 2018 Pos Indonesia akan memiliki sekitar 2.000 pasukan Oranger yang tersebar di seluruh Indonesia dengan target sampai dengan akhir tahu 2018 Pos Indonesia harus memiliki 5.000 Oranger yang tersebar di seluruh Indonesia. Keberadaan naggota Oranger ada di pusat perbelanjaan, perkantoran, perumahan, dan daerah-daerah bisnis. “Jadi pelanggan tidak perlu menulis data lagi, langsung diinput datanya di smartphone yang kita bekali pada Oranger tersebut,” tegas Charles. (*/srv)

Komentar telah ditutup.