Megapolitan

Overload, Ratusan Angkutan Barang Terjaring di Tol

Redaktur:
Overload, Ratusan Angkutan Barang Terjaring di Tol - Megapolitan

LANGGAR ATURAN - Petugas memeriksa kuantitas isi angkutan barang saat razia yang digelar di tol Jakarta-Cikampek (Japek, Red), Kamis (25/1).

INDOPOS.CO.ID - 214 angkutan barang yang melanggar aturan terjaring razia di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) selama operasi yang digelar dua hari, mulai Rabu (24/1) hingga Kamis (25/1). Seluruh angkutan yang terjaring petugas itu kebanyakan karena kelebihan muatan.

Assistant Vice President Communication PT Jasa Marga, Dwimawan Heru mengatakan operasi yang digelar selama dua hari itu gabungan antara polisi, Dishub dan sejumlah pihak terkait. Pada hari pertama atau Rabu (24/1) petugas berhasil menertibkan 124 angkutan barang di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek).

Sedangkan hari kedua, sebanyak 90 angkutan barang yang melanggar aturan dijaring di ruas tol Jagorawi. ”Sehingga totalnya 214 kendaraan angkutan barang yang berhasil kami tangkap karena melanggar aturan saat kami gelar razia ini,” katanya, Kamis (25/1).

Dia juga memaparkan, untuk 124 angkutan barang yang terjaring di ruas tol Japek terjaring saat tengah diparkir di parking bay (kantong parkir) Km 58 arah Cikampek dan Jakarta. Rinciannya, 79 kendaraan overload, 33 kendaraan overdimensi. ”Dari jumlah itu 12 kendaraan kami tilang,” ucapnya

Sedangkan rincian dari 90 kendaraan yang terjaring di ruas tol Jagorawi itu terjaring saat tengah parkir di pool ruas Km 21 arah Jakarta Ruas Tol Jagorawi. ”Terdiri dari 47 kendaraan overload, dan 43 kendaraan dinyatakan tidak memiliki kelengkapan surat-surat,” jelasnya juga.

Sementara itu, General Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Cabang Jagorawi Roy Ardian Darwis mengatakan, kendaraan kelebihan muatan merupakan salah satu penyebab terbesar kerusakan konstruksi jalan bebas hambatan. Selain itu, kecepatannya yang di bawah rata-rata dapat menyebabkan kemacetan.

”Sebagai salah satu pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), operasi terhadap kendaraan overload seperti ini akan diadakan rutin tiga bulan sekali,” katanya.

Roy berharap, dengan digelarnya operasi terhadap kendaraan bermuatan lebih ini dapat mengurangi angka pelanggaran lalu lintas di jalan tol. Terutama untuk kendaraan angkutan barang yang overload dan overdimensi.

Terpisah, Direktur Pembinaan Keselamatan Transportasi Jalan pada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani menambahkan selain penyebab kemacetan, kendaraan angkutan barang yang overload dan overdimensi bisa mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

Oleh karena itu, Ahmad mengaku, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan PT Jasa Marga dan pihak terkait lainnya untuk menanggulangi permasalahan terkait kendaraan dengan muatan berlebih ini.

”Kendaraan overload juga menjadi salah satu penyebab kecelakaan di jalan tol. Oleh karena itu, selain memberikan hukuman berupa penilangan pada pengemudi kendaraan, kami akan datangi pengusaha pemilik kendaraan untuk dicari solusinya bersama,” ujarnya.

Menurut dia juga, operasi gabungan ini mengacu pada Surat Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Darat Nomor: AJ.005/1/4/DJPD/2018 tanggal 18 Januari 2018 perihal Kegiatan Pengawasan Angkutan Barang. (dny)

Berita Terkait

Banten Raya / Terobos Operasi Zebra, Pengemudi Xenia Dibui


Baca Juga !.