Jumat, 16 November 2018 04:58 WIB
pmk

Kesehatan

Depresi, Jangan Dianggap Enteng

Redaktur:

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno beberapa waktu lalu menyampaikan, kalau 20 persen warga Jakarta mengalami gangguan kejiwaan. Hal tersebut disampaikan usai rapat bersama dokter kejiwaan Nova Riyanti Yusuf (Noriyu) soal kesehatan jiwa. 

Menurut dr Andri Sp.KJ, apa yang terjadi belakangan ini sebenarnya sudah diprediksi sejak lama. ”Sejak beberapa tahun belakangan, kita mengetahui WHO telah memprediksi pada 2020 depresi akan menjadi beban ekonomi secara global sampai di tahap tingkatan kedua, di bawah penyakit kardiovaskuler,'' ujar Andri kepada INDOPOS, Jumat (26/1).

Dia menjelaskan, gejala depresi yang utama adalah gangguan mood atau perasaan hati yang menurun. ”Orang yang depresi akan merasa tidak ada harapan akan kehidupan atau putus asa. Kondisi ini diikuti dengan gejala lain seperti susah konsentrasi, malas, tidak bertenaga, tidak nafsu makan, dan sering ada ide untuk bunuh diri,'' kata psikiater dari RS Omni Alam Sutera Tangerang ini.

Dia menambahkan, sebaiknya orang yang mulai merasa adanya beban pikiran harus mengakui bahwa dirinya depresi. Sehingga, lingkungan dan orang terdekat bisa mengambil tindakan yang tepat.

”Depresi sering dikaitkan dengan kelemahan diri, sesuatu yang tidak normal, sesuatu yang merupakan kondisi karena orangnya kurang bersyukur atau lemah iman. Hal itu tidak benar,'' imbuhnya.

Saat depresi, lanjutnya, fungsi sosial maupun pribadi juga mengalami kendala. ''Kondisi ini bila tidak dikenali dengan baik akan sangat mengganggu fungsi pribadi dan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya,'' tukasnya.

Andri juga menekankan, semua orang untuk memahami apa itu depresi dan bagaimana pengobatan yang cepat dan segera untuk mencegah upaya bunuh diri. Hal ini berguna untuk dapat memberikan dampak yang baik bagi kehidupan orang yang depresi atau mereka yang hidup disekitar orang yang mengalami depresi.

Depresi bisa menghampiri setiap orang namun tidak banyak yang menyadari hal tersebut. Untuk penderita depresi dan terbiasa menggunakan obat antidepresan, sebaiknya segera hentikan. Pasalnya, obat tersebut bisa membahayakan kesehatan. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #depresi #kesehatan 

Berita Terkait

Jangan Biarkan Kanker Meredupkan Mimpi

Jakarta Raya

Hampir Capai Seratus Persen

Jakarta Raya

Anak Sering Mual dan Muntah, Waspadai Ginjal

Jakarta Raya

Radang Sebabkan Gigi Cepat Ompong

Jakarta Raya

Kuncinya, Gizi Seimbang Ditambah Susu

Jakarta Raya

Dehidrasi Sebabkan Batu Ginjal

Jakarta Raya

IKLAN