Soal Anggaran SEA Games, KOI Tegaskan Koordinasi dengan Kemenpora

INDOPOS.CO.ID – Kapasitas Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam memberangkatkan kontingen Indonesia ke ajang multi event olahraga sebenarnya sudah jelas tercantum dalam UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) No: 3/2005, dan PP no: 17/2007 tentang Penyelenggaraan Pekan dan Kejuaraan Olahraga.

Dalam rilis yang diterima, Sabtu (27/2), menyebutkan, dalam peraturan tersebut dijelaskan peran KOI dalam memfasilitasi atlet dan ofisial ke multievent olahraga, termasuk ke SEA Games 2017 lalu, yang meliputi perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan, hingga setelah SEAG 2017 berakhir harus berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam hal ketersediaan dana.

Baca Juga :

Sedangkan untuk ketersediaan atlet, KOI harus berkoordinasi dengan induk organisasi olahraga (PP/PB), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), atau saat SEA Games 2017 lalu, berhubungan dengan Satuan Pelaksana Pelatnas Indonesia Emas (Satlak Prima) yang kini sudah dibubarkan pemerintah.

Penegasan ini perlu diungkapkan karena muncul berita akan keterlibatan pengurus KOI dalam pengelolaan anggaran keberangkatan kontingen Indonesia ke SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Agustus lalu.

Baca Juga :

Sekedar informasi, pada tanggal 15 Juni 2017 berlangsung rapat koordinasi di kantor Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mengenai persiapan kontingen Indonesia yang akan diberangkatkan ke SEA Games 2017.

Rapat tersebut dipimpin Plt Deputi Menko PMK Bidang Kebudayaan Nyoman Shuida, dan dihadiri Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, CDM (Chief de Mission) Kontingen Indonesia Aziz Syamsuddin, Plt Deputi 4 Kemenpora, Washinton Sigalinging, Kepala Satlak PRIMA Achmad Sutjipto, Wakil Bendahara KOI Adinda Yuanita, dan sejumlah pejabat dari Menko PMK, Kemenpora, KONI, dan PRIMA.

Baca Juga :

Okto Panaskan Bursa Ketum KOI

Dalam rapat tersebut, untuk keberangkatan kontingen Indonesia ke SEA Games 2017 (tanggal 19 sd 31 Agustus 2017) ditetapkan sebesar Rp 30,5 milyar, sedangkan untuk ASEAN Para Games (tangga 17 sd 23 September 2017) sebesar Rp 11 milyar.

Sesuai ketentuan, Kemenpora menunggu KOI menyampaikan surat permintaan kebutuhan anggaran SEA Games. Selanjutnya, Kemenpora mengagendakan waktu untuk perjanjian kerjasama (MoU) antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora dengan KOI dalam rangka penyaluran bantuan sebesar Rp 30,5 miliar.

Khusus untuk pola penyaluran bantuan fasilitasi SEA Games ini dilakukan dengan 100 persen dengan batas penyerahan LPJ Keuangan dan Kegiatan tepat waktu sesuai MoU. Hal ini harus sesuai dengan Standar Biaya Masukan (SBM) yang akan digunakan dalam penyaluran biaya persiapan dan fasilitas ini menggunakan SBM yang dikeluarkan Kementerian Keuangan setelah direview oleh Inspekrorat dan Biro Hukum Kemenpora. (rmn)

Komentar telah ditutup.