Nasional

Prajurit TNI Jangan Mau Dimanfaatkan Kepentingan Politik

Redaktur: Redjo Prahananda
Prajurit TNI Jangan Mau Dimanfaatkan Kepentingan Politik - Nasional

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat memberikan pengarahan terhadap 1500 prajurit TNI yang terdiri dari Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Angkatan Darat di Lapangan Tennis Indoor, Markas Komando Divisi Infanteri 2/Kostrad, Malang, Jawa Timur, Selasa (30/1).

INDOPOS.CO.ID - Panglima TNI Marsekal Hadi memberikan pengarahan terhadap 1500 prajurit TNI yang terdiri dari Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Angkatan Darat di Lapangan Tennis Indoor, Markas Komando Divisi Infanteri 2/Kostrad, Malang, Jawa Timur, Selasa (30/1).

Dihadapan ribuan prajuritnya, Hadi mengingatkan bahwa seluruh prajurit harus tetap mempertahankan loyalitas yang tinggi guna  mendukung netralitas institusi TNI dalam Pilkada dan Pemilu Presiden dan Legislatif . Oleh karena itu, sebagai prajurit TNI harus tetap berpegang pada dimensi sebagai TNI.  “Netralitas adalah harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, harus benar-benar kita hormati,” tegasnya.

“Satu hal yang terpenting adalah netralitas TNI jangan terpancing dengan pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan TNI. Politik TNI adalah Politik Negara yang direpresentasikan oleh Pemerintah yang dipilih secara Konstitusional,” kata Hadi. 

Dalam kesempatan tersebut, mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) itu juga menyampaikan bahwa kinerja TNI telah mendapatkan predikat yang baik dimata masyarakat. “Kita harus bangga, karena masyarakat telah mempercayai TNI, itu semua adalah hasil dari kerja keras kita semua,” ucapnya.
Di sisi lain pengarahannya, mantan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara itu menyampaikan bahwa sebagai prajurit TNI yang pintar harus dilandasi dengan jiwa ksatria, militan, loyal dan profesional. “Prajurit profesional apabila kita (TNI) memiliki peralatan yang modern dan diikuti dengan latihan yang terukur, maka kita menjadi prajurit yang profesional,” paparnya.

Menurut Hadi, menjadi seseorang satria harus menjadi orang yang suci dan bersih serta berideologi. “Apa yang ada di Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan 8 Wajib TNI harus tetap dijaga selama dalam dimensi sebagai anggota TNI,” katanya.

Mengakhiri pengarahannya, pati dengan empat bintang itu juga mengingatkan seluruh prajurit TNI agar terus mengikuti perkembangan global dan ancaman global, seperti cyber crime, karena implikasi dari ancaman-ancaman tersebut adalah ancaman nyata yang harus di waspadai.(ydh)

Berita Terkait

Nasional / TNI Tambah Personel di Nduga

Megapolitan / Jihandak Menutup Aksi Penanggulangan Teroris

Megapolitan / TNI Berhasil Bebaskan Sandera dari Teroris

Nasional / Tindak Tegas Pengganggu Pemilu

Nasional / Tak Setuju Tarik TNI dari Nduga


Baca Juga !.