Senin, 19 November 2018 09:02 WIB
pmk

Indobisnis

Wallet Bitcoin Rentan Pencurian

Redaktur: Novita Amelilawaty

DIGITAL: Warganet makin disibukkan dengan mencari rezeki instan lewat pertaruhan keberuntungan di cryptocurrency atau mata uang virtual milik Bitcoin.

INDOPOS.CO.ID - Harga bitcoin yang sangat tinggi berkisar diangka R100 juta sampai Rp200 juta rupiah menggelapkan mata banyak orang. Mereka berbondong bondong-bondong mencoba peruntungan dengan berinvestasi di uang digital ini. Padahal sebenarnya uang digital itu sangat rentan terhadap pencurian.

Seperti yang diketahui, Bitcoin di Indonesia belum ditunjang dengan regulasi yang jelas. Terutama terkait dompet (wallet, red) yang rentan dihack. Saat hilang mata uang digital ini pun juga tidak bisa ditelusuri jejak penggunaannya.

Belum lagi ditambah dengan naungan hukum yang masih belum ada. Regulasi perizinannya pun juga masih belum jelas, mungkin jika ada baru sebatas Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Sehingga uang transaksional juga sangat rentan dibawa kabur. Apalagi perputaran uang bitcoin Indonesia yang dalam sehari bisa mencapai Rp1 miliiar rupiah, dengan 300 ribu user aktif. Dompet digital yang yang menyerupai internet banking juga rentan dibawa kabur oleh penyedianya, karena tidak ada penanggung jawab payung hukumnya.

Tidak adanya pengawasan dari pemerintah juga menyebabkan Bitcoin rentan digunakan sebagai sarana pencucian uang, kembali karena sifatnya yang sangat susah dilacak. Selain itu, nilai tukar yang fluktuatif juga menjadi salah satu faktor yang perlu jadi pertimbangan.

Namun, walaupun begitu harganya yang tinggi menggugah banyak warga Indonesia untuk berinvestasi dengan ekspektasi keuntungan yang tinggi. Pemerintahpun juga tidak bisa melakukan pembatasan dan pengekangan terhadap penggunaan mata uang virtual (bitcoin) itu. (awa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bitcoin 

Berita Terkait

IKLAN