Rabu, 17 Oktober 2018 02:04 WIB
pmk

Politik

Sandi Uno Jadi Jurkam di Hari Minggu, Pengamat Sebut Ganggu Pelayanan

Redaktur:

BANTU PEMENANGAN-Sandiaga Uno (kanan) akan menjadi juru kampanye untuk calon kepala daerah yang diusung Partai Gerindra di Pilkada 2018

INDOPOS.CO.ID - Perintah Prabowo Subianto kepada Sandiaga Uno untuk mengampanyekan calon kepala daerah yang diusung Partai Gerindra pada Pilkada 2018 disoal. Pasalnya, dapat mengganggu kinerja sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Langkah partai berlambang kepala burung garuda itu dinilai dapat merugikan masyarakat ibukota.

”Bila Sandiaga Uno yang saat ini sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta bila jadi jurkam (juri kampanye, Red) misalnya jelas itu menggangu kinerjanya sebagai publik. Otomatis imbasnya masyarakat yang dirugikan,” ungkap Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Voxvol Center kepada INDOPOS di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (30/1).

Menurut Ipang, sapaan akrab Pangi Syarwi Chaniago, walaupun mengkapanyekan sejumlah calon yang diusung Partrai Gerindra itu tak melabrak aturan, namun hal itu melanggar norma dan etika dia sebagai pejabat publik. ”Tugas dia sebagai pelayan masyarakat bisa terganggu atas kesibukan barunya itu,” tuturnya.

Namun, sambung Ipang, alangkah lebih elegannya justru ketua umum partai saja yang turun sebagai jurkam. Karena, figur dan ketokohan ketua umum itu biasanya melebihi sosok kadernya.

Ipang menganalisa, wajar bila Partai Gerindra meminta Sandiaga Uno mengkampanyekan para calon kepala daerah yang berkompetisi di Pilkada 2018, karena dianggap Gerindra sosok Sandiaga dapat mendongkrak perolehan suara. ”Kemenangan Anies-sandi pada Pilkada DKI Jakarta sebagai bukti sosok Sandiaga dianggap dapat meningkatkan perolehan suara,” kata Ipang.

Diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengaku, diminta Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengampanyekan calon kepala daerah yang diusung Partai Gerindra pada pilkada 2018. Bahkan Sandiaga menguatkannya berdasarkan hasil pertemuannya dengan Prabowo, Senin (29/1) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, dia ditugaskan untuk berkampanye setiap hari Minggu.

”Saya dimintakan juga di luar tugas saya di DKI, hanya di hari Minggu saja, untuk membantu berkampanye di beberapa Pilkada dan menyiapkan kesiapan Gerindra untuk menghadapi Pemilu ini,” ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/1).

Namun, Sandiaga belum mau memaparkan tugas dari Prabowo itu secara detail karena ia tengah memakai pakaian dinas harian (PDH) warna khaki. Dia berjanji akan menjelaskannya saat tak memakai seragam khas Pemprov DKI. ”Lebih baik saya ngomongnya ini kalau enggak pakai baju Pemprov ya. Nanti saja saya dikutip bisa lebih panjang mengenai ini di luar tugas-tugas saya di sini,” kata dia.

Selain membicarakan isu-isu politik, Sandiaga dan Prabowo membicarakan masalah ekonomi. Sandiaga juga melaporkan harga-harga bahan pokok di Jakarta kepada Prabowo. ”Ngomongin politik juga, Pak Prabowo bilang, Ini sekarang tahun politik, mohon disiapkan. Dan saya ditugaskan untuk membuat konsepsi-konsepsi ekonomi,” ucap Sandiaga.

Pada 12 Januari, Sandiaga telah menyatakan kesiapannya untuk mengampanyekan calon kepala daerah yang diusung Partai Gerindra pada Pilkada 2018. Adapun Pilkada Serentak 2018 digelar di 171 daerah di Indonesia, yakni di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Beberapa calon kepala daerah yang turut diusung Gerindra antara lain Mayjen (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Jawa Barat), Sudirman Said-Ida Fauziyah (Jawa Tengah), Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno (Jawa Timur), dan Edy Rahmayadi-Musa Eajekshah (Sumatera Utara). (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gerindra #pilkada 

Berita Terkait

IKLAN