Minggu, 18 November 2018 11:11 WIB
pmk

Jakarta Raya

Sewa Kios Naik, Pedagang Meradang dan Gelar Aksi Unjuk Rasa

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Ratusan pedagang Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tumpah berunjuk rasa menentang keputusan manajemen PT Metroland Permai selaku pengelola pasar yang secara sepihak menaikkan tarif sewa kios, Rabu (31/01) siang.

Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk, poster dan meneriakkan penolakan di depan area pasar, Rabu (31/1) siang. Pengelola dianggap hanya ingin mencari keuntungan besar tanpa memperhatikan nasib pedagang yang sejak beberapa tahun lalu omzetnya mengalami penurunan drastis.

Ada sembilan tuntutan yang disampaikan dalam demonstrasi itu. Pertama, menolak kenaikan harga sewa kios dan pembayaran tiga bulan sekaligus yang akan dimulai pada 1 Maret 2018. Selanjutnya, tingkatkan fasilitas kepentingan pedagang dan pengunjung, menertibkan pedagang kali lima di sekitar pasar, membersihkan fasilitas umum, meningkatkan sistem keamanan khususnya di dalam gedung.

Masalah parkir liar di sekitar pasar juga menjadi salah satu substansi tuntutan. Kemudian, pengelola diminta mengadakan promosi minimal tiga bulan sekali, melibatkan pedagang dalam hal pengelola ingin menaikkan harga kios dan tuntutan terakhir para pedagang pengelolaan Pasar Mayestik ke pihak PD Pasar Jaya.

Eddy, salah satu perwakilan pedagang menuturkan, ribuan pedagang gelisah saat tiba-tiba pihak pengelola menyebarkan surat edaran terkait kenaikan harga sewa kios serta sistem pembayaran menjadi per tiga bulan.

"Tidak ada sosialisasi, tiba-tiba muncul surat edaran seperti itu. Apalagi besaran kenaikan sampai 40 persen. Apa mereka tidak melihat kondisi pedagang sekarang?. Omzet kami saja sudah turun drastis," tegas Eddy, ditemui usai menggelar aksi, Rabu (31/1). 

Pihak pengelola, sambung dia, juga tidak merinci komponen kenaikan. Pengelola hanya secara sepihak menentukan besaran kenaikan tarif sewa. Hal itu yang dikeluhkan para pedagang. "Kami pertanyakan kenapa kenaikan hanya berdasarkan angkanya saja, bukan persentase. Kemudian besaran kenaikan juga kami rasa tidak wajar," keluh dia.

Dimana pedagang mendapatkan surat edaran, PT Metroland Permai beralasan kenaikan sewa tarif dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan standar operasional gedung. Padahal, pada kenyataannya, pengelolaan pasar oleh PT Metroland Permai dianggap para pedagang tidak baik.

Misalnya, banyaknya eskalator yang mati. Sejumlah lift juga tak berfungsi sejak lama dan tidak kunjung diperbaiki. "Komitmen untuk memberikan pelayanan saja tidak ada. Banyak fasilitas yang rusak dan dibiarkan begitu saja," ujar dia.

Terpantau, Pasar Mayestik yang terkenal sebagai pusat tekstil di Jakarta memang sudah tak seramai dulu. Kios-kios penjaja busana pun hanya terlihat melayani beberapa pembeli bahkan banyak kios yang tampak begitu sepi dan ada yang tutup tertempel kios disewakan.

Padahal, sejak tahun 2012 Pasar Mayestik telah berubah menjadi lebih modern dan bersih setelah Pemerintah DKI Jakarta memutuskan melakukan renovasi total Pasar Mayestik yang sebelumnya merupakan pasar tradisional.

Para pedagang menyebut, PT Metroland Permai yang mengelola pasar itu sejak 2012 melalui kesepakatan build operate transfer (BOT), hanya berpikir soal bisnis namun tidak konsen dalam upaya membuat pasar itu ramai. Dampaknya, omzet para pedagang merosot tajam.

Yusdiani, pedagang busana di blok A lantai 1 menyebut, selain abai terhadap rusaknya sejumlah fasilitas, pengelola juga tidak pernah melakukan promosi untuk menggairahkan kembali Pasar Mayestik yang sejak beberapa tahun lalu mulai sepi. "Pengunjung makin lama makin sedikit. Harusnya pengelola lebih gencar lagi untuk promosi, baik melalui media massa atau dengan menggelar event-event di pasar ini," kata dia.

Yusdiani menambahkan, tarif sewa kiosnya sebelum ada kenaikan sebesar Rp1.090.000. Dengan adanya kenaikan ini, ia harus membayar Rp1.375.000 per bulan. Belum lagi ditambah biaya untuk listrik yang ditanggung tiap pedagang. Padahal, Yusdiani mengaku,  omzet yang didapatkannya terus turun.

"Dulu ada pedagang yang sewa sampai tiga kios. Sekarang tinggal satu. Ya itu karena dagangan makin sepi dan pengunjung makin berkurang," katanya. Sedangkan pihak pengelola tidak dapat dimintai keterangan terkait hal tersebut. (ibl) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #demonstrasi 

Berita Terkait

Ribuan Pegawai Honorer Tuntut Keadilan

Jakarta Raya

Rupiah Anjlok, Mahasiswa Gelar Demo

Ekonomi

IKLAN