Nusantara

Lokasi Kritis di Pesisir Riau, Terpantau 17 Hotspot

Redaktur:
Lokasi Kritis di Pesisir Riau, Terpantau 17 Hotspot - Nusantara

PEMADAMAN-Petugas dari Manggala Agni melakukan pemadaman lahan yang terbakar di Jalan Riau Ujung, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, Kamis (1/2). FOTO RIAU

INDOPOS.CO.ID - Musim kemarau mulai melanda Provinsi Riau. Dengan panas yang menyengat, 17 titik panas (hotspot) terpantau, Kamis (1/2) dan lima di antaranya merupakan titik api. Wilayah pesisir Riau kini terpantau rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Dari data Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, suhu udara rata-rata saat ini minimum berada pada 23 derajat celcius dan maksimum 34,5 derajat celcius. Kamis (1/2) suhu maksimum berada pada angka 32 derajat celcius.

Dengan kondisi ini, pada Kamis pagi sempat terdeteksi 73 titik panas di Sumatera dengan 17 diantaranya berada di Riau. ''Petangnya hotspot ini nihil,'' kata Forecaster BMKG Pekanbaru Indah Desi kepada Riau Pos, Kamis (1/2) siang.

Kondisi cuaca saat ini lanjut Indah, memang sudah memasuki masa peralihan. ''Dari hujan ke kemarau. Kemarau biasanya sampai Maret. Tergantung kondisi cuaca bisa berubah lagi. Imbauan untuk masyarakat lebih cenderung jaga kondisi kesehatan karena cuaca tidak stabil,'' imbuhnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger melalui sambungan telepon memaparkan, dari 17 hotspot yang terpantau, lima merupakan titik api. ''Titik api ini, tiga di Pelalawan, satu di Inhil, dan satu di Inhu. Ini sudah ditangani,'' kata Edwar Sanger.

Cuaca yang memasuki kemarau sebutnya sudah diantisipasi pihaknya dengan berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota yang ada. ''Kita sudah masuk musim kemarau di akhir Januari. Kita sudah siap mengantisipasi,'' imbuhnya.

Dari seluruh wilayah Riau, potensi kerawanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kata Edwar Sanger ada di wilayah pesisir. ''Kita sekarang  mulai melakukan pemantauan ke daerah pesisir. Itu yang kita antisipasi, kita khawatir itu,'' ungkapnya.

Masuknya musim kemarau diingatkan Kepala BPBD Riau agar jangan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuka lahan dengan cara membakar. ''Kita mengimbau pada masyarakat jangan buka lahan dengan membakar,'' tutupnya.

Smeentara itu, kebakaran lahan gambut kembali terjadi di Awal Februari tahun ini. Lahan 10 hektare, di Jalan Riau Ujung Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki terbakar. Sejak kemarin hingga hari ini, petugas Pemadam kebakaran berupaya memadamkan api.

"Delapan personel, dengan satu mobil dan satu mesin pompa air berjibaku memadamkan api," ujar Faisal Hendry, Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Kamis(1/2) siang.

Laham gambut yang terbakar menjadi sulit dipadamkan karena kondisi tanah. Jika tidak maksimal, api tersebut bisa muncul kembali, terutama saat cuaca panas. "Hari kedua pendinginan, tapi jika kurang maksimal bisa timbul lagi apinya," ujarnya.

Dari kemarin hingga beberapa hari ke depan, petugas damkar akan tetap  memadamkan api dilahan gambut tersebut. Faisal mengatakan upaya pemadaman api akan terus dilakukan untuk menghindari kebakaran yang lebih luas.

Kasi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru Slamet Riyadi mengatakan  jumlah hotspot di Sumatera hari ini  73 titik, tersebar di Bengkulu 18 titik panas, Jambi enam, Lampung dua, Sumbar 18, Sumsel enam, Kepri dua, Babel tiga. Untuk Riau sendiri ada 17 titik panas yang tersebar di Bengkalis satu, Kampar satu, Kuansing satu, Pelalawan lima, Siak satu, Inhil enam, Inhu dua. Petang ini jarak pandang di Pekanbaru 8 Km. Dengan potensi hujan terjadi pada pukul 15.30 - 15.45 WIB. (ali/cr4/jpg)

Berita Terkait

Nasional / Hari Ini, Jakarta Cerah Berawan

Headline / Gempa Bumi Tektonik M5,9 Mengguncang Pangandara

Daerah / Waspadai Gelombang Tinggi di Samudra Hindia

Daerah / Cuaca Ekstrem Ancam Lampung


Baca Juga !.