Jumat, 21 September 2018 01:09 WIB
pmk

Total Football

Jika Digelar di SUGBK, Begini Prosedur Pengamanan Final Piala Presiden

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Partai puncak Piala Presiden 2018 disiapkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 17 Februari nanti. Rencananya, pada hari yang sama juga dilaksanakan perebutan peringkat ketiga. Pengamanan berlapis sudah disiapkan panpel pusat.

Belajar dari pengalaman final Piala Presiden 2015 di SUGBK, ketika itu Persib Bandung bersua dengan Sriwijaya FC. Lalu, Arema FC bertarung dengan Sriwijaya FC dalam perebutan tempat ketiga. Pengamanan berlapis disiapkan oleh Polda Metro Jaya kala itu karena Persib yang lolos ke final.

Kali ini, tanpa Persib, tapi ada kemungkinan fans dalam jumlah besar akan menyerbu Jakarta. Apalagi, kalau yang lolos ke final adalah klub dengan fans besar seperti Persebaya Surabaya, Arema, dan Persija Jakarta. ”Sejauh ini final masih konfirm di SUGBK,” ujar Tigorshalom Boboy, anggota OC Piala Presiden 2018.

Menurut dia, SUGBK menjadi venue yang paling representatif untuk acara puncak Piala Presiden. Itu sekaligus menjadi tes bagi Inasgoc (panitia Asian Games 2018) dalam menangani penonton dalam jumlah besar. SUGBK memang diplot menjadi main venue buat Asian Games 2018.

Nantinya, upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 akan dilaksanakan di SUGBK. Tigor menjelaskan, akan lebih mudah bagi panitia untuk menjalankan final apabila yang lolos klub dari luar Jawa. Asumsinya, suporter yang datang juga tidak membludak.

Namun, panitia telah siap dengan segala konsekuensi yang ada. Termasuk apabila Arema FC dan Persebaya yang lolos ke final. Itu artinya, panitia akan bekerja ekstra keras dan perlu penanganan khusus.

”Sejak awal kami sudah siap. Kalau pun mereka tidak bertemu di babak delapan besar, maka tinggal tunggu waktu saja pada babak selanjutnya atau di kompetisi. Jadi, itu akan menjadi ujian bagi kami,” bebernya.

Sementara itu, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menuturkan, terkait pertandingan Piala Presiden yang masuk babak delapan besar, saat ini Asisten Operasi (Asops) Kapolri telah menyiapkan manajemen keamanannya. ”Setiap Kapolda juga telah di-breafing terkait manajemen keamanan tersebut,” paparnya.

Sampai saat ini terbukti tidak ada gejolak yang berarti. Hal itu dikarenakan Polri dalam mengelola fanatisme suporter melakukan pencegahan secara preemtif dan preventif. ”Caranya dengan koordinasi bersama Koordinator Lapangan suporter, Klub dan pemerintah daerah,” terangnya ditemui di kantor Divhumas kemarin.

Bila diketahui ada pertandingan antar klub yang memiliki catatan atau latarbelakang kekerasan, tentu persiapan lebih dilakukan. Seperti, antara Persebaya dengan Arema. ”Pengawalan perlu dilakukan agar tidak terjadi bentrok, baik dari penghadangan atau pelemparan batu,” jelasnya.

Kedua suporter klub akan dikawal dari pemberangkatan hingga tibanya di stadion. Menurutnya, bila diperlukan juga bisa disiapkan kendaraan agar mereka tidak terpecah-pecah. ”Begitu pula dengan kepulangan suporter, juga akan dikawal,” ujarnya.

Namun begitu, sebenarnya untuk Bonek sudah ada perubahan yang berarti. Bonek sudah berhijrah karena telah dihimbau secara intensif. Dari yang jargonnya wani mati menjadi wani tertib. ”Saya kan dulu di Surabaya, saya sudah mengetahui bagaimana kondisinya,” terangnya. (nap/ham/idr/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #piala-presiden-2018 

Berita Terkait

IKLAN