Tekno

BI Kaji Teknologi Blockchain

Redaktur: Nurhayat
BI Kaji Teknologi Blockchain - Tekno

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Bank Indonesia (BI) bakal mengkaji dan mendalami teknologi blockchain. Teknologi itu merupakan penyokong mata uang virtual. Kajian pemanfaatan teknologi blockchain dilakukan dalam banyak hal. ”Jangan hanya memandang sisi negatif teknologi. Banyak sisi positif bisa diambil,” tutur Gubernur BI Agus Martowardojo, di Jakarta, Jumat (2/2).
 
Nah, terkait mata uang virtual (virtual currency), BI menegaskkan instrumen itu bukan alat pembayaran yang sah. Dalam Undang-undang (UU) Mata Uang telah dinyatakan alat pembayaran sah di Indonesia hanya rupiah. ”Jadi, kami peringatkan jangan dagang atau jual beli cryptocurrency,” tegas mantan menteri keuangan (Menkeu) itu.
 
Karena itu, untuk kali kesekian BI menegaskan mata uang virtual bukan alat pembayaran sah. Alasannya, virtual currency tidak memiliki underlying atau jaminan. Itu sudah berdasar kajian matang dan final yang telah dilakukan bank sentral.
 
Selain itu, mata uang virtual juga berpotensi menjadi sumber ketidakstabilan. Pendeknya, bisa menjadi menimbulkan risiko stabilitas sistem keuangan. ”Cryptocurrency macam bitcoin tidak ada perlindungan konsumen. Sangat bisa dijadikan untuk pencucian uang,” ingat Agus. (far)

Berita Terkait

Ekonomi / Rupiah Menguat Setelah Pengumuman Suku Bunga BI

Ekonomi / BI Siapkan Langkah Strategis

Headline / Deflasi Februari, Indikasi 2019 Inflasi Rendah

Ekonomi / BI Jamin Likuiditas Longgar Buat Perbankan

Ekonomi / Analis Sebut Langkah Bank Follows BI, Tepat

Headline / BI Ramal Februari Deflasi 0,07 Persen 


Baca Juga !.