Selasa, 13 November 2018 05:52 WIB
pmk

Tekno

BI Kaji Teknologi Blockchain

Redaktur: Nurhayat

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Bank Indonesia (BI) bakal mengkaji dan mendalami teknologi blockchain. Teknologi itu merupakan penyokong mata uang virtual. Kajian pemanfaatan teknologi blockchain dilakukan dalam banyak hal. ”Jangan hanya memandang sisi negatif teknologi. Banyak sisi positif bisa diambil,” tutur Gubernur BI Agus Martowardojo, di Jakarta, Jumat (2/2).
 
Nah, terkait mata uang virtual (virtual currency), BI menegaskkan instrumen itu bukan alat pembayaran yang sah. Dalam Undang-undang (UU) Mata Uang telah dinyatakan alat pembayaran sah di Indonesia hanya rupiah. ”Jadi, kami peringatkan jangan dagang atau jual beli cryptocurrency,” tegas mantan menteri keuangan (Menkeu) itu.
 
Karena itu, untuk kali kesekian BI menegaskan mata uang virtual bukan alat pembayaran sah. Alasannya, virtual currency tidak memiliki underlying atau jaminan. Itu sudah berdasar kajian matang dan final yang telah dilakukan bank sentral.
 
Selain itu, mata uang virtual juga berpotensi menjadi sumber ketidakstabilan. Pendeknya, bisa menjadi menimbulkan risiko stabilitas sistem keuangan. ”Cryptocurrency macam bitcoin tidak ada perlindungan konsumen. Sangat bisa dijadikan untuk pencucian uang,” ingat Agus. (far)

TOPIK BERITA TERKAIT: #teknologi-blockchain #bi 

Berita Terkait

Terinspirasi Seorang Wanita, B.I iKON Tulis 10 Lagu

Indotainment

Rupiah Kembali Terpuruk, Tembus Rp 14.300

Ekonomi

IKLAN