Ketua RT Dianiaya Warganya Sendiri

INDOPOS.CO.ID – Aparat Polres Tangerang Selatan menangkap Eko M.Sianipar, 47, lantaran diduga menganiaya Ketua RT-nya sendiri, yakni Teguh Gunawan, 54, yang merupakan Ketua RT 02 / RW 01 Kelurahan Binong Kecamatan Curug Tangerang. 
 
Teguh sendiri selain menjabat sebagai Ketua RT setempat merangkap juga sebagai Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) terkait Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tangerang.
 

Teguh dianiaya warga sendiri di depan rumah pelaku di Perumahan Taman Ubud Estate 3  No.22 RT 02 / RW 01  Kelurahan Binong Curug Tangerang pada Jumat petang (2/2) sekitar pukul 17.30. Akibat penganiayaan itu, Teguh mengalami luka memar pada wajah dan kepala.

 
Kapolsek Curug Kompol Effi M.Zulkifli mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka, namun baru berstatus terlapor. Kasusnya sendiri dilimpahkan ke Polres Tangerang Selatan (Tangsel). Ia menuturkan, awalnya pelapor bertandang ke rumah warganya itu untuk melakukan pemutahiran data calon pemilih.
 
Saat itu Teguh memarkirkan motornya di depan rumah terlapor dan keluarganya sedang bepergian. Kemudian pelapor mendatangi rumah tetangga terlapor untuk maksud yang sama, sementara motor masih Teguh tetap terparkir di depan rumah terlapor
 
Ketika terlapor dan keluarganya tiba di rumah namun mobil mereka tak dapat masuk lantaran terhalang motor Teguh. Selanjutnya Teguh memindahkan motornya sambil mengatakan maksud kedatangannya.
Namun terlapor Sianipar mengatakan ’Nanti malam saja’.  Teguh lantas merespon dengan ucapan ’Jangan marah-marahlah Pak’.
 
Jawaban Teguh rupanya membuat terlapor emosi dan langsung mendorong dada Teguh sehingga korban terjatuh. Bukan hanya itu, menurut Teguh wajahnya sempat dipukul tiga kali oleh warganya itu.

Pukulan tersebut membuat darah keluar dari hidung Teguh. Oleh warga Teguh dilarikan ke RS Siloam akibat mengalami patah tulang hidung. Korban yang melaporkan peristiwa itu ke Polsek Curug langsung direspon dengan menangkap Sianipar. Namun karena kasusnya ditangani Polres Tangsel, terlapor digelandang ke Mapolres Tangsel untuk diperiksa lebih lanjut.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho mengatakan ada dua versi keterangan dari pihak korban dan terlapor, sehingga untuk kejelasannya keduanya akan dikonfrontir. ”Kasusnya masih dalam penanganan,” tandasnya. (ind)

Komentar telah ditutup.