Selasa, 16 Oktober 2018 04:59 WIB
pmk

Megapolitan

Basarnas Cemas Gunakan Alat Berat Evakuasi Korban

Redaktur: Redjo Prahananda

Timbunan longsor di Underpass Perimeter Selatan Bandara Soetta

INDOPOS.CO.ID - Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya M. Syaugi menginstruksikan tim menggunakan cara manual untuk mengevakusi dua korban longsor Underpass Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta.

Alat -alat berat disiapkan Basarnas untuk membantu mengevakuasi korban. Termasuk mendatangkan eksavator dan berupaya mendatangkan crane.

Namun, Basarnas cemas alat berat tersebut justru menghambat proses operasi penyelamatan korban. Sampai pukul 04:00, Selasa, (6/2) dinihari WIB, Basarnas masih berjibaku menyelamatkan korban ke-2 atas nama Mudmaenah. Evakuasi Mudmaenah tergolong sulit, karena terjepit.

"Kami bisa menjangkau, tapi posisi dia sangat sempit," ucap M. Syaugi.

Alat berat itu berpotensi mengubah posisi material longsoran seperti tanah dan beton bergeser dan berpotensi membuat mobil semakin terjepit.

"Crane tidak mampu karena tanah menumpuk di atas beton. Kami berusaha menyingkirkan tanah dengan cangkul."

Basarnas menggunakan cangkul dan bor untuk mengevakuasi dua korban. "Tim juga memotong-motong beton menjadi bagian-bagian kecil," lanjut M. Syaugi, pimpinan operasi ini.

Hampir 12 jam, dua korban terjebak di mobil tertimbun longsoran tanah dan beton. Sejauh ini, Basarnas baru berhasil menyelamatkan satu korban longsor atas nama Putri. Tim medis langsung melarikan korban pertama ke RSUD Tangerang, Banten.

(rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #longsor-underpass-soetta 

Berita Terkait

IKLAN