Jumat, 19 Oktober 2018 10:01 WIB
pmk

Infografis

Garuda Indonesia Gunakan Transaksi Komoditas Elektronik

Redaktur: Ali Rahman

Ilustrasi.

INDOPOS,CO.ID - Garuda Indonesia menggunakan sistem transaksi komoditas elektronik (RFQC) dalam mengelola proses hedging bahan bakar jet. Dengan sistem tersebut, perusahaan dapat mengakses harga dan bertransaksi secara real-time, serta mengurangi risiko operasional yang dapat terjadi di dalam proses transaksi tender manual.

Semua rekap transaksi akan tersedia secara elektronik pada Bloomberg sehingga memudahkan perusahaan dalam mengumumkan pemenang tender. Peserta tender juga dapat memberikan tawaran harga dan bertransaksi dalam sebuah platform yang adil dan aman.

"Mengingat bahwa bahan bakar mencakup 25 - 40 persen dari biaya operasional Garuda, tentunya mengelola biaya bahan bakar secara proaktif dengan cara hedging akan meningkatkan daya saing perusahaan," ujar Helmi Imam Satriyono, selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia, melalui keterangan tertulisnya kepada INDOPOS, Selasa (6/2).

"Dengan mengimplementasikan teknologi Bloomberg RFQC dalam mengubah proses hedging bahan bakar jet, kami dapat menghemat biaya dan waktu. Bermitra dengan Bloomberg, Garuda dapat memanfaatkan teknologi canggih tersebut untuk mengelola proses tender dengan efisien dan transparan," tambahnya.

“Garuda telah menetapkan tolok ukur baru dalam hal hedging bahan bakar jet di industri penerbangan regional. Bahan bakar merupakan salah satu hal yang memakan biaya cukup besar yang terus dikeluarkan oleh perusahaan maskapai penerbangan. Bloomberg sangat senang dapat bermitra dengan Garuda dalam sebuah inisiatif yang dapat mentransformasikan bisnis hedging bahan bakar jet di Asia. Kami berharap dapat bermitra dengan pihak lain kedepannya," kata Andrea Mosconi, Kepala ASEAN Bloomberg. (rmn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #transaksi-komoditas-elektronik 

Berita Terkait

IKLAN