Indobisnis

Tahun Ini Adhi Bakal Lebih Agresif

Redaktur: Wahyu Sakti Awan
Tahun Ini Adhi Bakal Lebih Agresif - Indobisnis

Manajemen Adhi Karya saat memberikan keterangan tentang keikutsertaan mereka dalam pameran IPEX 2018 di JCC. Foto: Dewi Maryani/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - PT Adhi Karya (Persero) Tbk, bakal terus agresif menggarap proyek properti pada 2018. Ini dilakukan baik melalui unit usaha maupun anak usahanya. Setidaknya ada 12 proyek yang diluncurkan emiten berkode saham ADHI ini pada 2018.

Proyek itu tersebar di beberapa lokasi, termasuk di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. ''Kami menjadikan properti sebagai mesin pertumbuhan perusahaan. Karena itu, pada 2018, kami meluncurkan sejumlah proyek dengan harapan ikut meningkatkan marketing sales yang kami patok Rp 3,3 triliun pada tahun ini,'' ujar Direktur Operasional Adhi Karya Budi Saddewo Soediro di sela-sela pameran IPEX 2018, di JCC, Jakarta.

Tahun ini, perusahaan kontraktor plat merah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp3 triliun. Suntikan dana segar itu dialokasikan untuk mendukung tumbuh kembang anak usaha perseroan PT Adhi Persada Properti dan Departemen TOD dan Hotel.

Budi mengatakan, PT Adhi Persada Properti menerima Rp 1 triliun untuk pengembangan bisnis, sedangkan TOD  mendapat kucuran Rp2 triliun untuk memborong lahan (land bank).

Menurutnya, pihaknya serius menggenjot pertumbuhan perusahaan.  PT Adhi Karya Tbk memanfaatkan proyek pemerintah di bidang bisnis properti untuk mengembangkan perusahaannya. ''Harapannya dengan memasang target tinggi dan menjadikan (properti) engine of growth, kami tidak tanggung-tanggung dalam berinvestasi,'' tukasnya.

Budi menjelaskan, anggaran capex tersebut berasal dari perolehan hasil rights issue sebesar Rp 1,3 triliun dan kas internal Rp700 miliar. Sebagian besar capex tersebut digunakan untuk lank bank meskipun pihaknya telah menguasai 50 hektar lahan.

Seperti diketahui, Adhi Karya saat ini tengah menggarap proyek pemerintah dibudang infrastruktur dan properti. Di antaranya, proyek proyek light rail transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek), dan pembangunan di beberapa kawasan permukiman hingga komersial. Proyek itu antara lain terletak di Bekasi Timur, Sentul, Jaticempaka dan Ciracas. (dew)

Berita Terkait

Megapolitan / Proyek BORR Dilanjut, Biaya Konstruksi Rp 1,5 T

Daerah / Dana Taktis Tak Cukup Tangani Jalan Longsor

Daerah / Jalan Desa Terseret Longsor

Ekonomi / Proyek Bandara Sukabumi Molor

Megapolitan / Mau Tahu yang Bisa Meningkatkan Kualitas Hidup?


Baca Juga !.