Jakarta Raya

Profesi Barista Menjanjikan, Makin Digandrungi Anak Muda

Redaktur:
Profesi Barista Menjanjikan, Makin Digandrungi Anak Muda - Jakarta Raya

HANGAT-Para barista meracik kopi di ajang ”Kopi United The Indonesia Coffe Expo 2018” di Jakarta, baru-baru ini. Foto: Josevicar Iqbal/INDOPOS.CO.ID 

INDOPOS.CO.ID - Tren menyeruput kopi terus mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari makin menjamurnya kedai kopi lokal, bersaing dengan kopi waralaba dari luar negeri.

Lahirnya kedai-kedai kopi lokal, memunculkan profesi baru di kalangan anak muda di kota-kota besar, seperti Jakarta. Yap, profesi barista (peracik kopi) kini makin banyak ditekuni anak-anak muda.

Mereka menyerap ilmu dari berbagai kelas barista, baik lokal maupun luar negeri. Seperti yang dilakukan Ankh Afdhal, 36, pemilik Combikopi yang juga seorang barista.

Dia sempat mengambil sertifikat Barista di Sydney, Australia. Spesialisasinya di kopi Arabica Mandailing dan Kopi Gayo Aceh.

Kopi susu sanger sebagai andalannya. "Intinya kita kenalkan kopi western juga. Tapi kopi lokal jangan ditinggalin. Justru kopi lokal yang harus kita perkenalkan,” ujarnya saat diwawancara INDOPOS dalam gelaran Kopi United: The Indonesia Coffee Expo 2018 di bilangan Blok M, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Usai mengenal teknik-teknik meracik kopi, dia pun menjajal peruntungan di industri bisnis kopi. "Combikopi namanya. Saya mencoba menawarkan kopi yang dibuat di mobil VW Combi. Di bisnis ini memang kita harus kreatif,” ujarnya bijak.

Ide kreatif itu muncul karena menyesuaikan dengan keuangan. Pria yang tergabung di Komunitas Foodtruck Jakarta itu lebih memilih menggunakan VW Combi sebagai ”kedai kopi berjalan”.

"Kalau kita sasarannya konsumen menengah. Yang kami jual kopi Italia dan kopi Sanger (kopi Aceh). Karena kita nggak harus sewa toko, jadi kami jual kopi dengan harga terjangkau,” ulasnya.

Dia yang tergabung di Kopi United itu memang sengaja membawa kopi lokal untuk pasar lokal. ”Kopi Indonesia sangat beragam, tapi baru sedikit yang dikenal di masyarakat. Perlu komitmen Indonesia untuk membangkitkan industri kopi lokal, dari hulu ke hilir,” bebernya ditanya soal gelaran para barista dan UMKM kopi itu.

Barista lainnya, Reza Aka yang akrab disapa Aka, 39, menuturkan, awalnya fenomena coffee shop menjamur dikarenakan diangkatnya film ”Filosofi Kopi”. Di film itu profesi barista dimunculkan dengan karakter yang kuat.

Dari sanalah, tren kopi lokal semakin menguat. Menurutnya, orang seringkali menganggap profesi sebagai barista itu keren. ”Mungkin, karena barista identik dengan berpenampilan rapi dan apik. Kami juga terlihat detail saat proses memilih biji kopi, menggiling hingga proses penyeduhan," ulas Barista di One Way Coffe itu.

Menjadi barista, lanjutnya harus memiliki ketajaman dalam indera penciuman. Sebab, harus mampu mengenal karakter kopi dari aromanya.

"Menurut saya sih profesi barista cukup menjanjikan yah. Karena sekolahnya juga mahal, jadi wajar saja kalau gajinya juga disesuaikan. Gaji barista yang saya tahu, minimal Rp4 jutaan untuk pemula,” bebernya.

Seorang barista berpengalaman dinilai dari hasil akhir seduhan kopinya. ”Karena seorang barista adalah key grader (juru kunci untuk memilih kualitas kopi),” tambahnya.

Jika memang sepakat bahwa profesi barista menjanjikan, Aka menyebut masih kekurangan peracik kopi dari kaum hawa. Dia menyebut, barista wanita memiliki daya tarik lebih.

”Jumlahnya masih sangat sedikit, jika dibanding dengan barista laki-laki. Mungkin ke depan akan lebih banyak wanita yang memilih barista sebagai profesi,” harapnya. (ibl) 

 

TAGS

Berita Terkait

Ekonomi / Gelar Pelatihan Barista di Cirebon dan Demak

Lifestyle / Gelar Pelatihan Gratis untuk Calon Barista


Baca Juga !.