Senin, 10 Desember 2018 06:11 WIB

Fokus

Badan Geologi: Longsor Underpass Soetta Kegagalan Sipil Engineering

Redaktur: Achmad Sukarno

Sejumlah petugas menggunakan alat berat beckho berusaha melakukan pengangkatan bangkai mobil yang tertimbun beton akibat longsor di underpass Jalan Perimeter Selatan, Kota Tangerang, Banten, Selasa (6/2). Foto : Toni Suhartono/INDOPOS.CO.ID 

INDOPOS.CO.ID - Insiden longsor underpass yang terjadi di Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno-Hatta Senin (5/2) terjadi akibat kegagalan konstruksi bangunan.

“Longsor di Banten adalah masalah kegagalan sipil engineering," ungkap Kepala Badan Geologi, Rudy Suhender melalui rilis yang diterima INDOPOS.CO.ID, Rabu (7/2).

Antisipasi terjadi pergerakan longsor susulan pada titik lainnya pun dilakukan. “Kita terus berkoordinasi dan memetakan kawasan yang rawan keretakan tanah,” katanya.

Koordinasi dengan Pemda setempat dan pihak bandara terkait longsor underpass telah dilakukan.

"Akhir-akhir ini curah hujan tinggi, ini puncaknya musim hujan,” tegasnya.

Rudy menilai bencana longsor tersebut terjadi karena tidak kuatnya beton penahan jalan. Terdapat tiga kriteria wilayah yang dikatakannya rentan terjadi pergerakan tanah atau longsor. Salah satunya, lokasi yang cukup terjal dan tidak kuat untuk menahan beban air saat hujan lebat.

“Beton penahan jalan tidak kuat menahan beban,” terangnya. (yua)


TOPIK BERITA TERKAIT: #longsor-underpass-soetta 

Berita Terkait

IKLAN