Selasa, 13 November 2018 07:54 WIB
pmk

Tekno

Minat Digital di Indonesia Masih Rendah

Redaktur: Redjo Prahananda

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Meski zaman kini serba-digital, bukan berarti minat digital Indonesia tinggi. Minat terhadap dunia digital masih kurang di beberapa wilayah di Indonesia.

Khususnya, kawasan Indonesia timur. Penyebabnya beraneka macam, salah satunya adalah akses terhadap teknologi itu sendiri.

"Di salah satu kawasan di Sulawesi, kami menemukan anak belajar komputer. Mereka belajar word dan sebagainya melalui buku. Tanpa pernah menyentuh komputer itu sendiri," ungkap founder GerakCepat.Com Chaerani Putri dalam diskusi di Gedung Nusantara IV DPR RI pada (8/2).

Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), belum menjadi minta generasi muda. Padahal, penguasaan STEM menjadi penggerak arus inovasi.

"Jadi, masih rendah. Banyak anak di SMA atau SMP yang enggan belajar STEM. Mereka mengira kalau lapangan kerja minim. Padahal tidak. Kebutuhan akan lulusan-lulusan ini juga tinggi," imbuhnya.

Senada denhan Ainun Najib, Head Data of Grab. Laki-laki beken dalam dunia start-up Indonesia ini mengatakan kebutuhan soal STEM itu pasti untuk kemajuan negeri.

“Kami mendorong bapak atau ibu law maker agar menciptakan sistem pendidikan yang bersahabat dengan STEM," dia menegaskan.

Dia menambahkan, dalam bisnis digital yang saat ini jadi bagian inovasi, analisis data sangat penting. Ini menjadi komoditas pemasaran yang tak bisa diremehkan. Analisis data ini bisa dikuasai dengan penguasaan STEM

"Guna mengakses penguasaan STEM dan berkoneksi dengan internasional, english juga mesti dikuasai," Ainun mengakhiri. (nyc)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gerakcepatcom #digital 

Berita Terkait

IKLAN