Nasional

Jangan Larang Mahasiswa Beraspirasi dan Berekspresi

Redaktur: Wahyu Sakti Awan
Jangan Larang Mahasiswa Beraspirasi dan Berekspresi - Nasional

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Dua mahasiswa  asal Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, yakni Rezki Ameliyah dan Mohammad Nur Fiqri, harus menerima perlakuan kurang menyenangkan dari kampusnya. Kedua mahasiswa tersebut menuangkan aspirasi dalam secarik poster dan menempelkannya di sejumlah titik kampusnya.

Saat menempelkan poster kritikan bertajuk "Kampus Rasa Pabrik" di salah satu titik, ia dan rekannya langsung diciduk oleh satpam setempat dan langsung diamankan ke ruangan Wakil Rektor III. Tanpa basa-basi, hari itu juga, ia dan rekannya langsung mendapat skorsing dua semester dari pihak kampus, karena dianggap melakukan kegiatan vandalisme.

Melihat hal tersebut, Mantan Wasekjend PB HMI Agus Harta menyampaikan, pihak kampus sudah membatasi mahasiswa dalam beraspirasi, berekspresi, dan berorganisasi. Kampus tersebut secara kasat mata menampilkan sikap paranoia yang berlebihan terhadap masyarakat kampus, dan kemudian terus dilestarikan hingga menimbulkan sikap antikritik.

Mantan Ketua Umum Cabang Jakarta Selatan ini juga menambahkan bahwa rektorak harus memahami betul budaya yang terjadi dikalangan mahasiswa, seperti yang di ajarkan di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yakni budaya membaca dan berdiskusi. Jadi wajar seandainya mereka menyampaikan keluh kesahnya terhadap sebuah keinginan perbaikan.

" Budaya baca dan diskusi tidak boleh luntur dari peradaban dunia Himpunan Mahasiswa Islam, sebab itu jangan larang mahasiswa menyampaikan pendapat, selama pendapat tersebut baik dan membangun," ucap Agus, Jumat (9/2).

Dia juga berpesan, Kaum mustadh’afin (tertindas) akan sealu merindukan kita untuk berada ditengah-tengahnya. Kedepan HMI akan lebih banyak turun kejalan untuk menyuarakan suara Rakyat, karena HMI lahir dari Rakyat dan berjuang untuk Rakyat. Mengkritik kebijakan yang salah. (jaa)

Berita Terkait


Baca Juga !.