BPOM Bentuk Deputi Penindakan

INDOPOS.CO.ID – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kini tidak lagi berfungsi hanya sebagai pengawas, namun terhitung, Jumat (9/2), lembaga ini sudah memiliki deputi bidang penindakan atau deputi IV. Menurut Kepala BPOM Penny K Lukito, deputi yang baru dimiliki oleh BPOM ini memiliki tugas/fungsi cegah tangkal, intelijen, dan penyidikan terhadap pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan obat dan makanan.

”Deputi ini baru pertama kali dimiliki BPOM. Hal ini sesuai dengan amanat Inpres 3/2017 serta Perpres 80/2017 yang mengatur penajaman tugas, fungsi, dan kewenangan BPOM RI,” kata Penny saat melantik Deputi IV Hendri Siswandi serta lima pejabat eselon I BPOM di Kantor BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta.

Baca Juga :

Wanita berjilbab ini menjelaskan, didalam struktur organisasi yang baru ini, deputi IV akan diperkuat oleh anggota kepolisian yang akan duduk di bagian cegah tangkal dan intelijen. Dan untuk penyidikan akan diperkuat dari kejaksaan agung. Sehingga, kehadiran Deputi Bidang Penindakan ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan efektivitas pemberantasan kejahatan obat dan makanan di Indonesia.

BPOM RI, lanjutnya, bisa lebih bertaji dalam menindaklanjuti hasil pengawasan secara menyeluruh, hingga ke tahap pemberian sanksi tegas kepada pelaku. ”Intinya, kami ingin melindungi masyarakat dari produk obat, kosmetik dan makanan yang ilegal dari penjahat yang mencoba mengambil keuntungan dari produksi hal-hal yang ilegal itu,” tegasnya.

Baca Juga :

Senada juga dijelaskan oleh Hendri Siswandi. Selaku Deputi IV yang baru, dirinya menegaskan bahwa dirinya akan memburu para penjahat yang membuat berbagai macam produk ilegal yang akan merusak kesehatan warga. ”Jadi selama ini kan BPOM hanya lebih kepada pengawasan, namun untuk pengamanan dan tindakan harus berkordinasi dengan kepolisian serta kejaksaan untuk penyidikan. Kini, BPOM bisa bergerak lebih cepat,” jelasnya kepada INDOPOS usai pelantikan.

Bahkan, dirinya pun kini sudah mulai bekerja dengan memberikan pemetaan berdasar laporan intelijen bahwa terdapat 10 kota besar yang menjadi pusat peredaran produk-produk makanan dan obat ilegal. ”Ada 10 kota. Di antaranya, Jakarta, Bandung dan Makassar. Dan dengan dibentuk Deputi IV ini, kami akan langsung menindak para penjahat ini,” tegasnya.

Baca Juga :

Selain itu, dirinya juga sudah mendapat laporan ada lima wilayah perbatasan yang selama ini menjadi peredaran bahan baku ilegal. ”Ilegalnya bukan hanya tidak terdaftar (di Bea Cukai). Tapi yang diimpor adalah bahan-bahan berbahaya terhadap kesehatan. Dan ada lima daerah perbatasan yang memang sudah dalam pantauan kami. Dan juga akan segera kami tindak,” tandasnya.

Sementara itu, selain Hendri, pejabat eselon I di lingkungan BPOM yang baru dilantik adalah, Elin Herlina, sebagai Sekretaris Utama; Reri Indriani, sebagai  Inspektur Utama; Nurma Hidayati, sebagai  Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif; Maya Gustina Andarini, sebagai Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik dan Suratmono, M.P.  sebagai Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan Olahan. Acara pelantikan ini disaksikan oleh sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga negara lainnya. (dil)


loading...

Komentar telah ditutup.