Rabu, 21 November 2018 09:14 WIB
pmk

Fashion

Kala Ibu Desa Berlenggak-lenggok di Catwalk Gandaria City

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

Peserta Festival Toleransi Rakyat (Peace Festival 2018) di La Piazza, Gandaria City berfoto bersama. Foto: Divisi Iklan INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Festival Toleransi Rakyat (Peace Festival 2018) di La Piazza, Gandaria City, Jakarta resmi dibuka siang ini, Jumat (8/2). Festival ini dibuka dengan lomba peragaan busana (fashion show) kaum perempuan desa.

Sebanyak 23 orang ‘emak-emak’ tampak lincah berlenggak-lenggok di atas panggung dan catwalk. Padahal, mereka adalah perempuan desa biasa yang tak pernah bersentuhan dengan dunia fesyen. Bahkan sebagian besar peserta baru kali ini menjejakkan kaki di Ibukota.

Para juri dalam ajang unjuk busana ini adalah Amy Atmanto. Dia adalah Designer & Pembina Industri Kreatif pemilik Rumah Internet Atmanto (RIAT) untuk disabilitas. Lalu Olga Lidya, model artis, kemudian sutradara Nia Dinata dan Ai Syarif, seorang fashion expert Femina Group.

Amy Atmanto memuji Wahid Foundation yang menggabungkan ajang lomba fesyen dengan perdamaian dan kerukunan. Menurut dia, acara ini luar biasa dan dia mendukung apa yang dilakukan Wahid Foundation dalam pemberdayaan perempuan Indonesia yang kuat dan tangguh.

“Dan saya lihat core-nya adalah perdamaian dalam lingkup mikro ekonomi dan industri kreatif. Semangat untuk menumbuhkan industri kreatif untuk perempuan berdaya yang memberdayakan lingkungan dan untuk tujuan damai, itu sangat luar biasa,” ujarnya.

Amy yakin kegiatan Wahid Foundation kian baik dari waktu ke waktu. Hasil-hasil pelatihan yayasan ini, menurut Amy, bisa dijual. ”Ke depan saya rasa orang di daerah tidak lagi dalam bayangan kita sebagai ibu-ibu yang tertinggal. Mungkin saat ini mereka beginner (pemula) tapi suatu saat mereka akan ke tahap advance (lanjut),” kata Amy.

Sedangkan Olga Lidya mengaku kaget dan kagum dengan penampilan ‘emak-emak’ ini. Ia pikir penjurian akan mudah karena semua peserta belum pernah naik ke atas panggung.

“Apalagi mereka belum pernah ke Jakarta. Banyak yang grogi, jadi tinggal mengeliminasi. Ternyata tidak, mereka berjalan di catwalk dengan penuh percaya,” kata Olga sembari tertawa.

Para peserta adalah agen-agen perdamaian. Mereka harus merasa sangat nyaman dengan dirinya. “Itulah yang saya lihat dari penampilan mereka, yang membuat penjurian jadi cukup susah,” tambah Olga Lidya.

Sementara itu, Ai Syarif yang telah menggeluti dunia fesyen lebih dari 23 tahun mengaku kagum dengan kepercayaan diri para peserta. Selama ini, orang berpikir dunia fesyen hanya di Jakarta.

”Pesertanya adalah perempuan dari kota kecil yang mewakili daerahnya. Dan setelah ini mereka tidak akan berhenti sampai di sini, tapi akan terus bekerja untuk kemajuan daerahnya masing-masing,” terang Ai Syarif.

Pada ujungnya para juri satu suara memilih Qoriatul Azizah sebagai kampiun dalam peragaan busana ini. Para juri juga secara bulat memilih juara satu sampai lima. Bagi juri, yang terpenting adalah peserta harus dapat memberikan inspirasi sebagai agen perdamaian. Mereka harus dapat memotivasi orang-orang di lingkungannya.

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid selaku penyelenggara acara mengatakan, acara ini bukan sekadar fashion show. Tetapi dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri para perempuan desa lewat aktivitas yang berbeda dari rutinitas yang biasa mereka jalani selama ini.

”Mereka belajar bahwa untuk meraih sesuatu mereka harus berani keluar dari zona nyaman. Selanjutnya kemajuan dan soliditas mereka diharapkan dapat menciptakan iklim yang kondusif hingga perdamaian dapat dimulai dari lingkungan sendiri dan ditularkan ke lingkungan yang lebih luas,” terang Yenny. (*/atr)


TOPIK BERITA TERKAIT: #wahid-foundation #fashion 

Berita Terkait

Busana Anak Trendi, Beli Dua Gratis Satu

murah meriah

Belanja Tas Exsport, Garansi Setahun

murah meriah

Nggak Perlu Khawatir Make Up Luntur

Jakarta Raya

Kemeja Formal Pria Diskon 30 Persen

murah meriah

Fesyen Wanita, Beli Dua Dapat Diskon

murah meriah

Tonjolkan Kekuatan Handmade

Jakarta Raya

IKLAN