Jumat, 16 November 2018 12:49 WIB
pmk

Tekno

Stop Lakukan Hal Ini Jika Ponselmu Tak Mau Meledak

Redaktur:

Ilustrasi: smartphone yang meledak (IndiaToday)

INDOPOS.CO.ID - Kasus meledaknya smartphone beberapa waktu ini tengah marak terjadi. Penyebabnya beragam, ada karena kesalahan fatal akibat kelalaian pengguna, ada juga yang karena faktor cacat produksi. Namun, seringkali faktor kelalaian menjadi penyebab utama meledaknya smartphone yang kamu miliki.

Pekan lalu, diberitakan terjadi sebuah ledakan pada ponsel pintar yang dimiliki oleh seorang bocah lelaki asal negeri Tiongkok. Ledakan tersebut bahkan membuat anak lelaki tersebut mengalami cedera serius. Seperti JawaPos.com kutip dari laman DailyMail, Minggu (11/2), bocah tersebut dikabarkan kehilangan satu jari kelingkingnya dan mengalami luka serius pada salah satu bagian matanya.

Sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan demi menghindari kejadian mengerikan itu. Meledaknya ponsel yang kamu miliki dampaknya tentu sangat merugikan, kebakaran misalnya.

Lantas apa yang harus dilakukan agar terhindar dari kasus tersebut? Berikut JawaPos.com (Grup INDOPOS.CO.ID) berikan sedikit tipsnya.

Pertama, jangan abai terhadap daya baterai ponselmu. Hal yang sering dilakukan pemilik dan pemakai smartphone saat ini adalah sering lalai terhadap baterai ponsel miliknya. Dengan anggapan bahwa dayanya cukup besar, maka baterai ponsel menjadi cukup kuat untuk digunakan berlama-lama. Namun ternyata itu menjadi hal yang keliru.

Tanpa disadari, memperlakukan baterai ponselmu dengan semena-mena ternyata bukan hal yang bijak. Sebab baterai dirancang dengan ukuran dan mekanisme tertentu. Misalnya ia tidak akan lagi sanggup optimal bila dayanya kurang dari 60 persen.

Meskipun terlihat masih sanggup menopang kinerja ponsel hingga beberapa waktu ke depan. Kebiasaan mengisi daya baterai ketika sudah habis ternyata cukup berisiko. Sebab baterai akan kehilangan usia pakai yang cukup signifikan jika kamu memperlakukannya secara salah terus-menerus.

Baiknya adalah isi daya baterai milikmu saat dayanya mulai menyentuh angka 60 persen. Jika tidak bisa, sebaiknya jangan sampai membiarkannya kurang dari 40 persen. Lebih baik terlalu sering melakukan pengecasan daripada terlalu lama melakukan pengecasan.

Kedua, jangan membeli perangkat bajakan. Jika bateraimu terindikasi mulai mengalami masalah, maka segera lakukan pemeriksaan. Jika terbukti baterai masih bagus namun pengisian daya menjadi tidak optimal, maka periksa perangkat charger yang kamu miliki. Kalau ternyata ditemukan kerusakan, maka ada baiknya kamu membeli yang baru. Sebab memaksakan perangkat rusak untuk bekerja tidaklah baik. Risikonya bisa merambat kepada kerusakan-kerusakan lainnya.

Belilah perangkat asli. Ingat harus yang asli. Jangan sekali-kali membeli perangkat bajakan di luar ketentuan dan spesifikasi yang diberikan pabrikan. Baik perangkat charger ataupun baterai usahakan untuk membeli yang sesuai dengan spesifikasi smartphone milikmu.

Belilah di gerai penjualan resmi. Sebab selain mendapatkan jaminan mutu yang baik, kamu juga akan mendapatkan perlindungan lebih jika dikemudian hari kamu menjumpai perangkat tersebut bermasalah. Jika masih ada garansi, kamu bisa melakukan komplain atau mengganti dengan unit baru.

Membeli perangkat charger atau baterai yang tidak sesuai dapat menyebabkan malafungsi dari smartphone kamu. Bisa karena daya yang tidak sesuai, atau karena faktor lain yang membuat usia pakai ponselmu menjadi lebih singkat. Bagus kalau tidak meledak, kalau meledak kamu sendiri yang rugi kan?

Ketiga, memperhatikan letak perangkat pengecasan. Hal tersebut juga sangat penting. Sebab, kalau kamu abai terhadap tempat-tempat yang tanpa disadari berpotensi membahayakan ponsel milikmu, kamu sendiri yang akan merasakan akibatnya.

Saat melakukan pengisian ulang, usahakan jangan berdekatan dengan benda-benda yang dapat menghantarkan gelombang atau arus listrik yang dapat mengganggu jalannya proses pengecasan. Jangan letakkan ponselmu dekat benda yang panas, basah, dan memiliki sirkulasi udara yang buruk.

Misalnya dalam lemari atau laci kerja, dekat dengan tempat pencucian piring atau baju, kemudian dekat hawa panas seperti kulkas, komputer, dan perangkat elektronik lainnya yang memiliki suhu tinggi. Sebab tempat-tempat tersebut dapat memicu korsleting dan buntutnya menjadi ledakan yang membahayakan kamu dan sekitarmu.

Terakhir, dan menjadi yang paling penting. Hindari kebiasaan menggunakan ponsel saat sedang dilakukan proses pengecasan. Sebab daya yang sedang diisi seharusnya tetap terkonsentrasi pada pengisiannya.

Mengganggunya dengan sambil memainkannya akan membuat baterai dan perangkat pengisian bekerja lebih keras. Hal tersebut dapat memicu naiknya suhu ponsel dan bateraimu yang mungkin menjadi penyebab terjadinya ledakan.

Penjelasan sederhananya seperti ini, saat suhu panas memenuhi sekitar ruang mekanik ponselmu, maka ia akan merambat juga ke perangkat yang lain. Imbasnya baterai juga akan menjadi panas.

Saat suhu panas memenuhi ruang dalam baterai yang terdiri atas sekat-sekat, maka udara panas tersebut ketika telah mencapai titik tertentu akan berusaha mencari jalan keluar. Melalui apa? Melalui proses ledakan itu tadi.

Ledakan sejatinya merupakan keluarnya udara dalam benda-benda yang telah mencapai satu titik tertentu. Jadi membiarkan ponselmu tetap diam saat melakukan pengisian daya merupakan hal yang bijak demi menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Itulah beberapa tips yang dapat JawaPos.com (Grup INDOPOS.CO.ID) berikan terkait cara menghindari terjadinya ledakan yang menghantui perangkat ponsel cerdas milikmu.

Ia memang alat canggih yang dibuat dengan segudang teknologi terbaru yang mutakhir. Namun perlu diingat, perangkat tersebut juga memiliki usia optimal untuk tetap bekerja secara prima.

Dengan bijak menggunakan dan merawatnya, maka ponselmu akan memiliki usia pakai yang lebih lama. Lebih jauh ia tidak akan membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa kamu. (jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gadget 

Berita Terkait

IKLAN