PPP Duga Tragedi Gereja St Lidwina Sleman Terkait Tahun Politik

INDOPOS.CO.ID – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menduga kejadian mengamuknya seorang pemuda di Gereja St Lidwina, Gamping, Sleman, Jawa Tengah, Minggu (11/2) pagi terkait tahun politik.

Ia menyatakan, hal ini melengkapi beberapa rangkaian peristiwa kekerasan yang sebelumnya menerpa dua orang ustad di Jawa Barat, satu di antaranya meninggal dunia.

“Saya menduga ini bukan kebetulan. Ini adalah serangkaian kegiatan sistematis yang ditujukan untuk mendistabilisasi situasi dan kondisi jelang pilkada maupun pilpres,” kata Romi dalam keterangan persnya yang diterima INDOPOS.

Karena Itu, dirinya mengingatkan kepada seluruh aparat kamtibmas pemerintah khususnya kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk bisa melakukan pengawasan melekat.
Sehingga komponen pengamanan wilayah bisa mendeteksi kejadian dilapangan sebelum  peristiwa itu terjadi.

” Karena peristiwa di Gereja Sleman dan dua ustad di Jabar, bisa jadi bukan sekadar fenomena orang gila beneran akan tetapi orang gila buatan dan bisa juga ini memang diniatkan  untuk melakukan cipta kondisi bahwa negara sedang dalam kondisi tidak aman,” cetusnya.

Untuk kemudian, lanjutnya, akan tercipta stigma bahwa rakyat butuh pemimpin yang tegas. (dil)

Baca Juga :

Komentar telah ditutup.