Senin, 17 Desember 2018 09:51 WIB

Indotainment

Mengintip Album 18 Penyanyi Ruth Sahanaya

Redaktur:

Album Baru - Penyanyi Ruth Sahanaya memperkenalkan album terbarunya ‘Rinduku’. Album yang dikemas berbeda dengan album sebelumnya itu membuktikan kreativitasnya tak pernah berakhir.

INDOPOS.CO.ID – Penyanyi Ruth Sahanaya tak pernah berhenti berkarya.  Semangat perempuan yang akrab disapa Uthe ini pun tak kalah dengan yang muda. Di usia karirnya yang genap tiga dekade, Uthe tetap setia memanjakan penggemarnya.

Tak hanya dengan penampilannya diatas panggung. Ibu dua anak, Nadine Emmanuella Waworuntu dan Amabel Odellia Waworuntu inipun melahirkan karya baru. Di tahun 2018, istri dari artis Jeffrey Waworuntu dengan memperkenalkan album terbarunya berjudul Rinduku. 

”Album ini saya sudah siapkan sejak album ke-17,” ujar Ruth Sahanaya di Aminta Plaza, TB Simatupang, Jakarta Selatan, kemarin (11/2).

Album ke -18 direntang karirnya yang lebih dari 30 tahun berkarir di industri musik ini sengaja dikemas berbeda dengan album sebelumnya. Album itu dikemas dengan irama musik bigband, yakni sebuah bentuk ansambel musik yang memainkan musik jazz. Big band terdiri atas 12 hingga 19 pemain musik dan menggunakan alat-alat musik saksofon, trompet, trombon, dan sebuah seksi ritme

”Waktu itu pernah bilang bikin album bigband untuk Natal. Sudah tercapai, tapi belum sreng. Makanya di album ini saya ingin bikin album solo dengan konsep bigband,”jelasnya.

Ingin bernostalgia dan menggebrak pendengar musik muda dengan warna musik era-40 an menjadi pertimbangan perempuan kelahiran Bandung, Jawa Barat, 1 September 1966 menjadi pertimbangan Uthe memilih konsep tersebut.

 ”Sekaligus kangen, karena menyanyikan lagu dengan iringan musik jazz kembali, seperti saat awal saya mengawali karier bermusik di Bandung, yang kala itu sering tampil dari kafe ke kafe menyanyikan lagu-lagu jazz,” ceritanya.

Penyanyi yang kerap meraih prestasi di masa karirnya ini mengandeng komposer dan music director ternama, Rio Prawiro dan Gihon Lohanda. ”Ria Prawiro yang membuat dan menciptakan seluruh lagu untuk album ini.” katanya.

Sedikitnya sepuluh track list lagu dinyanyikan penyanyi yang memenangkan banyak penghargaan, baik tingkat lokal, maupun internasional itu. Kesepuluh lagu tersebut diantaranya  Rinduku, Kekasih Jiwaku, Sungguh Kau Ada,  Sesal, Gitaku, Ceria, Gadis Gincu, kawan,  Anganku dan Guru. Uthe pun begitu terlena dengan karya Ria.       

”Lagunya Ria banyak banyak cerita, dan selalu ada sejarah. Indah sekali.Karena itu setiap saya menyanyikan menghayati,” jelasnya.

Sementara itu Ria Prawiro mengaku tak seproduktif dulu. Ada beberapa lagu yang dinyanyikan Uthe sengaja di daur ulang.” Sebenarnya saya nggak produktif banget, ada masterpiece saya dan ada yang belum di publish. Kemudian saya subah semuanya dengan big band,” katanya.

Meski demikian, lantunan lirik lagu yang dilantunkan Uthe membuat lagu ciptaanya itu terlihat berbeda. ”Selama dua hari, eh dua shift, Uthe take vokal untuk 10 lagu. Saya memang sudah rindu masuk dapur rekaman dan konsepnya saya suka, lagunya juga suka. Mood sedang berkobar-kobar,” terang Rio.

Hal senada pun dikemukakan Gihon Lohanda, menurutnya konsep bigband jarang dilakukan para penyanyi Indonesia. ”Karena ongkosnya mahal, hingga effort-nya juga susah,”tegas Gihon.

Namun di tangan Uthe semuanya akhirnya terwujud. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #musik #ruth-sahanaya 

Berita Terkait

Prabujati Gaet Tito Sumarsono

Indotainment

KOTAK Album Baru, Usia Bertambah

Indotainment

Sunday Block Party Diwarnai Aksi Dj Luar Negeri

Indotainment

Dewa Budjana Lirik Pasar Amerika

Indotainment

Vokalis Club 80s Tak Ingin Reuni Karena Uang

Indotainment

Bigbang Tetap Komit di Panggung Musik

Indotainment

IKLAN