Rabu, 15 Agustus 2018 12:58 WIB
pmk

Politik

Calonnya Tak Lolos di Sumut dan Garut, Demokrat dan PKB Jadi Penonton

Redaktur:

KECEWA-Bakal Calon Gubernur Sumut JR Saragih memberikan keterangan pers usai dinyatakan tidak lolos sebagai peserta Pilkada 2018 oleh KPU Sumut, Minggu (12/2).

INDOPOS.CO.ID - Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meradang di Pilkada serentak 2018 ini. Pasalnya, pasangan calon yang diusungnya di Sumatera Utara (Sumut) dan Garut, Jawa Barat tak lolos. Dengan begitu, keduanya menjadi penonton di dua wilayah yang menyelenggarakan pesta demokrasi tingkat daerah tersebut.

Informasi yang dihimpun, dari enam pasang bakal calon Bupati Garut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut hanya menetapkan empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Garut. Empat pasangan calon yang lolos yakni Iman Alirahman-Dedi Hasan Bahtiar, Rudy Gunawan-Helmi Budiman, Radana-Aditya Wicaksana dan Suryana-Wiwin Suwindarwati.

Sementara itu, pasangan Agus Supriyadi-Imas Uun Ubudiyah yang diusung PD (Partai Demokrat) dan PKB, serta pasangan independen Soni-Usep tidak diumumkan lolos sebagai pasangan calon. ”Iya pasangan yang diusung PD dan PKB tak lolos,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (12/2).

Hal serupa terjadi pada pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Sumut. JR Saragih-Ance Selian yang juga diusung Demokrat dan PKB dinyatakan tidak lolos oleh KPU Sumut.

Komisioner KPU RI, Ilham Saputra mengatakan, keduanya terganjal masalah syarat ijazah milik JR Saragih. ”Terganjal ijazah palsu milik Jr Saragih,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Setelah dinyatakan tidak lolos untuk bersaing pada Pilgub Sumut 2018 mendatang, JR Saragih menegaskan akan melayangkan gugatan. Dia bercerita, ada sekitar dua juta orang ‘pecinta’ JR Saragih-Ance Selian (JR-Ance) di Sumut yang siap memberikan dukungan kepada mereka.  ”Saya mohon kepada seluruh masyarakat Sumut, ada dua juta lebih pecinta JR-Ance, tetap kita melakukan yang terbaik. Tidak ada satupun, boleh rebut,” sebutnya didampingi Ance Selian dan Ketua Tim Pemenangan JR-Ance, Meilizar Latif di Medan, Sumut.

Dikatakannya, persoalan keputusan tersebut, akan diselesaikan melalui proses hukum. Karenanya ia meyakini seluruh jajaran tim pemenangan serta partai politik pengusung, tetap solid. ”Yang jelas ijazah dan legalisir telah saya tunjukkan, yang tandatangan kepala dinas langsung. Terus terang saja, PKB, Demokrat dan PKPI tidak mungkin tinggal diam. Kita tidak perlu salahkan yang mana, biar nanti keputusan hukum, saya tidak perlu jelaskan. Karena Tuhan itu ada,” ucapnya disambut teriakan dukungan dari pendukung JR-Ance yang juga hadir dan menunggu di luar ruangan. 

Sementara, Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rahmawati Rasahan mengatakan, ketetapan soal pencalonan di Pilgub ini adalah mutlak ada di tangan KPU Sumut. Sebab ketentuan yang digunakan adalah regulasi KPU secara nasional melalui PKPU 3/2017 tentang Pencalonan Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah. ”Terkait bahwa dari tiga pendaftar, hanya ada dua yang diloloskan, karena dianggap ada yang tidak memenuhi syarat, bagi kita itu merupakan hak KPU berdasarkan ketentuan yang KPU punya, untuk penetapan. Dan pada prinsipnya, Bawaslu hanya bertugas mengawasi dan siap menindaklanjuti bila ada laporan ataupun sengketa yang akan diajukan ke kita,” sebut Syafrida.

Untuk pendaftaran sengketa atau gugatan tersebut lanjut Syafrida, ada waktu tiga hari sejak penetapan pasangan calon atau atau hingga 14 Februari besok. Sedangkan untuk prosesnya, akan dimulai setelah didaftarkan, yakni 12 hari kalender dari 15-26 Feberuari 2018. ”Berarti kalau dia mulai jalan (proses sidang di Bawaslu Sumut) 15 Februari, maka plus 12 hari kalender, sudah bisa diambil keputusan. Bisa saja mengamini tuntutan tersebut, tergantung nanti pembuktiannya seperti apa,” katanya. (aen/bal/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilkada #pkb #partai-demokrat #pilkada-2018 #pilkada-sumut 

Berita Terkait

IKLAN