Senin, 17 Desember 2018 09:49 WIB

Politik

Merasa Dizalimi, Paslon Mawardi-Muhajirin Gugat KPU ke Panwaslu Kapuas

Redaktur: Heryanto

Calon Bupati Kapuas, Mawardi.

INDOPOS.CO.ID – Pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Kapuas, Mawardi-Muhajirin berencana menggugat Panwaslih setempat. Langkah tersebut dilakukan karena merasa tidak ada dasar yang jelas atas putusan KPU Kapuas.

“Dalam pleno kemarin, KPU tidak menyampaikan apa yang menjadi kekurangan kami. Selama proses pendaftaran, tidak pernah ada kekurangan data dan persyaratan. Itu fakta. Kalau ditolak, bacakan dong putusannya,” kata Mawardi melalui teleponnya, Selasa (13/2).

Menurut Mawardi, jika yang dipersoalkan adalah SK DPC PBB, dasarnya sudah ada penjelasan dari pusat. DPP PBB sudah dengan tegas menurunkan SK dukungan ke pihaknya. "Seharusnya, kalau dinyatakan tidak lengkap, disampaikan dari awal," tegas senator Dapil Kalteng ini.

Demokrasi merupakan pemilihan pemimpin yang terbaik, lanjut dia, bukan memberikan sesuatu yang tidak ada pilihan kepada rakyat. "Saya yakin masyarakat paham dengan terjadinya kezaliman ini," beber dia.

“Kami memastikan 2M akan menempuh jalur hukum melalui Panwaslu Kabupaten Kapuas. Kami pun akan mempelajari, apakah ada unsur pidana yang dilakukan KPU Kapuas. Kalau ada unsur pidana, kami akan meneruskan kasus ini ke kepolisian,” ujar mantan Bupati Kapuas Priode 2008-2013 itu.

Tidak sampai di situ, pihaknya juga akan meneruskan kasus tersebut ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), karena dinilai ada pelanggaran etik yang dilakukan KPU Kapuas. (awa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilbup-kapuas #pilkada-serentak-2018 #pilkada-2018 

Berita Terkait

IKLAN