Rabu, 21 November 2018 07:21 WIB
pmk

Bulutangkis

Menpora Beri Total Bonus 5 Miliar sebelum Keringat Kering

Redaktur:

Jonatan Christie

INDOPOS.CO.ID - Sukses tim bulutangkis putra dan putri Indonesia di Badminton Asia Team Championship 2018 mendapat apresiasi khusus dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Bersama pejabat Kemenpora lainnya, menteri 44 tahun tersebut menyambut kedatangan pahlawan olahraga itu di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta, Senin (12/2).

Imam mengucapkan selamat untuk keberhasilan tim putra merah putih yang mampu mempertahankan gelar juara kejuaran bulutangkis Asia itu. Prestasi tim putri yang berhasil melampaui target dengan menembus semifinal juga mendapat acungan jempol. Tak hanya itu, Imam juga menjanjikan total bonus Rp 5 miliar.

”Harus ada penghormatan dan penghargaan sebelum keringat mereka kering,” tegas menteri kelahiran Bangkalan itu. Ucapannya itu langsung disambut tepuk tangan oleh seluruh pemain dan pelatih tim Indonesia serta staf Kemenpora. Imam berharap dengan bonus tersebut bisa memotivasi pemain dan pelatih untuk semakin mengukir prestasi yang lebih tinggi.

Bonus tersebut akan cair paling lambat dua bulan ke depan. ”Tapi bisa juga hanya 5 hari. Buat apa juga kami menunda janji. Toh ini juga memicu mereka untuk bisa tampil bagus di Asian Games Agustus nanti,” terang Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto. Bonus tersebut akan diserahkan ke Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia untuk selanjutnya didistribusikan ke pemain.

Indonesia sukses mempertahankan gelar pada Kejuaraan Beregu Asia. Pada final yang berlangsung di Sultan Abdul Halim Stadium, Alor Setar, Malaysia, tadi malam, Merah Putih mengandaskan Tiongkok dengan skor 3-1.

Seperti diberitakan, Senin (11/2), Kejuaraan Beregu Asia memang baru berlangsung dua kali setelah vakum sejak edisi 1993. Dan, pada turnamen edisi 2016 di Hyderabad, India, Indonesia juga menjadi juara setelah membekap Jepang 3-2.

Tanda-tanda kemenangan Indonesia tampak sejak awal. Ketika pada partai pembuka, tunggal terbaik nasional Jonatan Christie secara heroik mengalahkan Shi Yuqi dengan skor 16-21, 21-17, 21-18. Negeri Panda memang tidak bermain dengan kekuatan terbaik. Sebab, dua tunggal terbaik Tiongkok, Chen Long dan Lin Dan, tidak bermain pada ajang tersebut.

Namun, Shi Yuqi yang menempati peringkat ketujuh dunia tentu saja bukan lawan yang mudah bagi Jojo –panggilan Jonatan Christie– yang menempati ranking ke-13. Pada set ketiga atau penentuan, Jojo sudah di ambang kekalahan ketika tertinggal 14-18.  Namun, keberuntungan kecil berpihak kepada pebulu tangkis 20 tahun itu. Tepatnya ketika Shi Yuqi terpeleset dan tangan kanannya sakit. Meski bisa melanjutkan pertandingan, Shi Yuqi tampak tidak bermain pada level terbaiknya.

Sebaliknya, Jojo tidak terbendung, mencetak delapan poin beruntun, dan memungkasi pertandingan menegangkan itu dengan kemenangan. Jojo memang tampil luar biasa dalam turnamen tahun ini. Dalam enam pertandingan sejak fase grup, Jojo selalu meraih kemenangan. ’’Waktu angka 13-18 itu saya ingat Firman (Abdul Kholik di semifinal melawan Korea Selatan, Red). Dia waktu itu bisa menang dari ketinggalan 14-20, saya juga bisa,’’ kata Jojo sebagaimana dilansir dari situs resmi PP PBSI.

’’Semalam waktu Firman ketinggalan itu, saya sempat berpikir apa sampai di sini saja perjuangan saya dan teman-teman. Tetapi, Tuhan berkata lain, saya dikasih kesempatan lagi bertemu Shi Yuqi hari ini. Saya bersyukur bisa menyempurnakan penampilan saya di kejuaraan ini dengan konsisten menyumbang angka bagi tim mulai babak penyisihan hingga ke final,’’ imbuhnya.

Indonesia unggul 2-0 setelah pada partai kedua ganda dadakan Mohammad Ahsan/Angga Pratama menang nyaman atas He Jiting/Tan Qiang dua set langsung, 21-19 dan 21-18. Namun, Tiongkok tidak menyerah. Tunggal kedua mereka, Qiao Bin, menekuk Anthony Sinisuka Ginting dalam pertarungan keras hingga tiga set, 21-12, 11-21, dan 21-14. Qiao Bin terlihat sangat bahagia bisa menghindarkan negerinya (untuk sementara) dari kekalahan. Dia melemparkan raket tinggi-tinggi, menyeberang net, dan tidur telentang di lapangan permainan Anthony.

 Dalam kondisi menekan, Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membawa pulang trofi. Indonesia tidak ingin kejadian melawan Korea Selatan di semifinal (sudah unggul 2-0, lalu bermain sampai game kelima) terjadi kembali. Indonesia lantas memastikan kemenangan ketika ganda dadakan Rian Agung Saputro/Hendra Setiawan mengempaskan Han Chengkai/Zhou Haodong dalam dua game mudah, 21-14 dan 21-19. (bam/jpnn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kemenpora #bulutangkis #bonus-atlet 

Berita Terkait

IKLAN